ANTARA Riau

logo
  • Home Meski Kebanjiran Pesanan Saat Ramadhan, Pedagang Kurma di Pekanbaru ini Tidak Menaikkan Harga

Meski Kebanjiran Pesanan Saat Ramadhan, Pedagang Kurma di Pekanbaru ini Tidak Menaikkan Harga

Retmon Bensal Putra
   
Pekanbaru, (Antarariau.com) - Seorang pedagang kurma di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mengaku kebanjiran pesanan selama bulan Ramadhan, bahkan tak tanggung-tanggung beberapa diantaranya mengalami peningkatan hingga 100 persen.

"Sangat pesat peningkatannya. Mungkin memang sudah momennya" ucap Heri salah seorang pedagang kurma di kawasan Harapan Raya Pekanbaru, Senin.

Dalam penuturannya Heri mengaku bila pada hari biasa usahanya tersebut hanya mampu menjual 1 sampai 3 kilogram kurma saja. Namun satu pekan jelang masuknya bulan Ramadhan sampai saat ini, dalam satu hari ia mampu menjual hingga 10 kilogram kurma.

Lebih jauh Heri mengaku bahwa hal ini sudah menjadi "tradisi" tiap tahunnya, dimana pada saat bulan Ramadhan penjualan Kurma mengalami peningkatan pesat.

Kendati mengalami peningkatan yang cukup signivikan dalam hal penjualan, namun ia mengaku tidak memberlakukan kenaikan harga. Seperti kurma jenis khalas curah alsaad yang dijual Rp40 hingga Rp50 ribu per kilogram, date crown khalas Rp85 ribu serta date crown khenaizi dijual dengan harga Rp90 ribu perkilogramnya.

"Harga itu masih sama seperti sebelum Ramadhan," imbuhnya.

Heri menurutkan bahwa kurma-kurma tersebut ia dapatkan dari seorang pedagang kurma atau grosir yang mendatangkan kurma khusus dari Timur Tengah. Seperti  Abu Dhabi, Mesir dan Madinah.

Sementara itu Heri mengatakan bahwa jenis kurma yang menjadi favorit masyarakat ialah Sukari. Kurma jenis ini termasuk kategori kurma kering dengan ciri-ciri dagingnya lembut, biji kecil, serta warna kuning agak kecokelatan dan rasanya tidak terlalu manis.

 "Biasanya kurma jenis ini banyak dijadikan pilihan sebagai oleh-oleh masyarakat sepulang dari umrah," ujarnya.

Lebih jauh ia memberikan tips bagi masyarakat dalam memilih kurma. salah satunya ialah agar masyarakat untuk melihat dari tebalnya daging kurma dan permukaan daging yang tidak berkilat atau berminyak.

Selain itu masyarakat juga diharap untuk mengetahui jenis kurma yang diinginkan sebelum membeli.

"Walaupun sama-sama kurma, tapi ada sedikit perbedaan dalam rasa dan teksturnya," ucap Heri lagi.

Irma, salah seorang warga yang membeli kurma mengaku bahwa kurma memang menjadi menu utama dalam berbuka puasa di keluarganya.

Setidaknya hal tersebut sudah menjadi kebiasaan yang diturunkan dari orang tuanya. Oleh sebab itu momen Ramadhan adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh Irma. Pasalnya selama Ramadhan banyak terdapat berbagai jenis kurma di pasaran.

Selain itu pada bulan Ramadhan, kualitas kurma yang dijual pun dinilai cukup terjamin.

"Kan memang sunnah kalau cara berbuka Nabi Muhammad memakan kurma," ucapnya


Komentar Anda

Top