ANTARA Riau

logo
  • Home Pemudik Diimbau Waspadai Jalan Rawan Longsor

Pemudik Diimbau Waspadai Jalan Rawan Longsor


Pekanbaru (Antarariau.com) - Dinas PUPR Riau mengimbau pemudik agar tetap mewaspadai sejumlah jalan yang rawan longsor, antara lain, di Simpang Batu Bersurat-Muara Takus, Ujung Batu-Rokan-batas Sumbar, serta Lubuk Agung-Batu Sasak-batas Sumbar.

Selain itu, pemudik juga perlu mewaspadai ruas jalan yang rawan rusak, seperti di Lipat Kain-Lubuk Agung, sepanjang 16 km dengan kondisin jalan yang tidak mantap sebesar 57,25 persen, kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, Dadang Eko Purwanto, di Pekanbaru, Rabu.

Kondisi jalan yang rawan rusak juga terdapat di Seelesnsen-Kota Baru-Bagan Jaya dengan sepanjang 19,75 km dengan kondisi jalan  tidak mantap sebesar 37,16 persen.

"Pemudik perlu lebih meningkatkan kewaspadaan dan tetap mengenderai dengan penuh kehati-hatian tidak perlu ngebut. Utamakan selamat sampai tujuan," katanya.

Selain itu, pemudik juga diminta mewaspadai jalan rawan rusak di Mahato-Simpang Manggala sepanjang 25 km dengan kondisi jalan tidak mantap mencapai 30,80 persen. Selain itu jalan Simpang Muara Takus-Dusun Batas  sepanjang 14,90 km dengan kondisi jalan tidka mantap mencapai 48,93 km.

Berikutnya jalan rawan rusak di Rokan-Pendalian-Dusun Batas sepanjang 4,83 km dengan kondisi jalan tidak mantap sebesar 20,79 persen. Di samping itu jalan rawan rusak di Dalu-Dalu-Mahato sepanjang 9,20 km  dengan kondisi jalan tidak mantap sebesar 19,45 persen.

"Pemudik juga perlu mewaspadaijalan yang rawan banjir yakni terdapat di Sontang-Simpang Jurong-Duri sepanjang 12,60 km dengan kondisi jalan tidak mantap sebeser 21,36 persen," katanya.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Dinas PUPR Riau, menyiagakan sembilan unit alat berat terdiri atas excavator, vibro roller, motor grader yang ditempatkan pada tiga unit posko mudik siaga lebaran tahun 2018.

Semua alat berat itu disiagakan pada daerah titik rawan longsor dilengkapi dengan satuan petugas atau satgas yang terkosentrasi di tiga titik rawan yakni dipusatkan pada tiga unit pelaksana tekhnis, katanya.

Selain alat berat di tiga UPT  juga ditempatkan  minimal 10 tenaga pegawai dan nonpegawai di daerah rawan longsor, rawan kecelakaan.*


Komentar Anda

Top