ANTARA Riau

logo
  • Home Dipadati Pembeli, Ruas Jalan Sekitar Pusat Perbelanjaan Tembilahan Macet

Dipadati Pembeli, Ruas Jalan Sekitar Pusat Perbelanjaan Tembilahan Macet

Tembilahan, (Antarariau.com) - Keadaan lalu lintas di kawasan sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Tembilahan terpantau ramai hingga menyebabkan kemacetan.
     
Padatnya sejumlah ruas Jalan terutama di kawasan pusat perbelanjaan disebabkan oleh ramainya pengunjung untuk berbelanja keperluan Hari Raya Idul Fitri mulai dari kue lebaran, pakaian dan lain sebagainya.
     
Sejumlah ruas Jalan yang terpantau ramai salah satunya di kawasan pasar lapangan yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Kota Tembilahan.
     
Selanjutnya, kemacetan juga terlihat di sepanjang Jalan M Boya hingga perempatan lampu merah, serta di Jalan H Arif Parit 11 Tembilahan.
     
Kepala Satuan Lantas Polres Inhil, Anindhita Rizal, Rabu menyebutkan, kemacetan di ruas Jalan H Arif Parit 11  disebabkan oleh volume kendaraan yang meningkat dan ruas Jalan yang terbilang sempit. 
   
 Kondisi tersebut, diperparah dengan banyaknya pedagang yang berjualan di pinggir jalan sehingga membuat para pembeli memarkirkan kendarannya di tepi Jalan. Ditambah lagi dengan kurangnya pemahaman masyarakat tentang arti kelancaran arus lalu lintas.
     
Ia mengaku telah berdiskusi dengan sejumlah instansi, namun belum ada solusi terkait hal tersebut.
     
"Meski demikian kami terus berupaya melakukan kelancaran arus lalu lintas sebagai upaya mencegah kecelakaan lalu lintas dan kesemrawutan," tuturnya. 
     
Selain di tiga lokasi tersebut, hal serupa juga terjadi di Jalan Kapten Mukhtar. Di lokasi tersebut kemacetan terjadi karena adanya pasar tumpah atau pasar dadakan di sekitar lokasi.
     
Salah seorang pengunjung pasar lapangan yang berada di seputar Jalan Jenderal Sudirman, Guntur mengaku agak kesulitan mencari keperluan lebaran karena macet. 
     
"Sampainya di lokasi pasar kita kembali harus desak-desakan karena padatnya pengunjung," ucap Guntur.
     
Kondisi tersebut, kata Guntur wajar saja terjadi karena Kota Tembilahan merupakan Ibukota Kabupaten Indragiri Hilir.
   
 "Mau belanja kemana lagi kalau tidak ke Kota Tembilahan, apalagi bagi masyrakat yang tinggal di daerah Kecamatan dan Desa. Kota Tembilahan tentunya menjadi alternatif utama untuk mereka berbelanja bersama sanak saudara," cetusnya.
     
Meski harus berdesak-desakan akibat ramainya aktifitas menuju pusat perbelanjaan, Guntur justru mengaku menikmati kondisi demikian sebagai salah satu tradisi umat muslim dalam mempersiapkan segala keperluan untuk menyambut Hari Raya.
     
"Kondisi seperti ini justru saya rindukan, tidak terlalu menjadi masalah. Yang terpenting adalah tetap waspada dan berhati-hati," ucapnya sambil tersenyum.

Komentar Anda

Top