ANTARA Riau

logo
  • Home Kendati Naik Rp10 Ribu, Daging di Pekanbaru Tetap Ramai Dibeli

Kendati Naik Rp10 Ribu, Daging di Pekanbaru Tetap Ramai Dibeli

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Sehari jelang Idul Fitri 1439 H, kalangan pedagang daging sapi potong di kawasan Pasar Cik Puan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau ramai pembeli, kendati harga daging naik Rp10 ribu dari Rp120 ribu/kg menjadi Rp130 ribu/kg.

"Sejak seminggu terakhir kami terus dibanjiri pembeli, bahkan ada yang membeli hingga 7 kg per orang, sehingga pasokan daging yang dijual terus ditambah," kata Irul Pedagang daging sapi potong di Pekanbaru, Kamis.

Menurut Irul, akibat banyaknya pembeli dirinya terpaksa menempatkan dua petugas pemotong daging sapi sesuai keinginan pembeli dengan contoh daging yang harus dipotong untuk rendang atau daging dipotong untuk sop, serta tukang potong kikil.

Ia mengatakan, pembeli berdatangan silih berganti, dan mereka pingin buru-buru pulang ke rumah dan tak sabar menunggu antrian sehingga para tukang potong daging disiagakan.    
 
 "Alhamdulillah daging sapi potong yang kami jual laris manis, karena daging yang dijual semuanya masih segar dan baru, ditandai  daging memiliki warna merah cerah atau terang," katanya.

Daging yang dipesan pembeli berbagai ukuran potong, seperti untuk rendang, sop, soto daging, dan dendeng daging atau daging sapi potong tipis-tipis goreng balado.   
   
Lihat saja, katanya, secara fisik daging elastis, sedikit kaku, dan tidak lembek, terasa basah dan tidak lengket ketika dipegang, aromanya masih terasa aroma daging segar.

Menurut Hj. Nafimar (78) daging ini sangat aman untuk di konsumsi karena serat daging yang masih terlihat jelas dan warna daging masih segar begitu juga dengan hati sapi.

"Selain membeli sebanyak 6 kg daging sapi potong, juga 1 kg hati sapi, untuk dimasak menjadi rendang. Biar banyak kan bisa dibawa anak dan menantu pulang ke Bogor, Jakarta dan Medan sehabis mudik lebaran," katanya. Memasak rendang setiap tahun menjadi tradisi bagi Hj Nafimar, dalam menyambut anak dan menantunya.

Apalagi kini libur Idul Fitri yang sejalan dengan libur nasional cukup panjang bahkan tahun ajaran baru kenaikan kelas bagi pelajar juga menjalani libur panjang berkumpul dengan keluarga makin lama.

Sementara itu, Rani (40) pengusaha industri rumah tangga rendang suir juga dibanjiri pembeli yang memesan rendang suir untuk Ramadhan dan persiapan mudik lebaran.

 "Setiap minggu saya membeli daging sapi potong di kedai Irul mencapai 4-7 kg daging sapi segar.  Daging tersebut diolah menjadi rendang dan kemudian di suir-suir selanjutnya dikeringkan. Rendang suir banjir pesanan, hingga nyaris kewalahan untuk mengerjakannya," katanya.

 Ia dibantu pekerja dalam memenuhi pesanan rendang suir karena rendang ini tahan 3 bulan dan baik dibawa dalam perjalanan mudik disamping rendang suir ini tidak perlu lagi dipanaskan, karena sudah kering.  ***3***T.F011


Komentar Anda

Top