ANTARA Riau

logo
  • Home Rekayasa Kasus Perampokan dan Buat Laporan Palsu, Oknum PNS di Kampar Ditangkap

Rekayasa Kasus Perampokan dan Buat Laporan Palsu, Oknum PNS di Kampar Ditangkap

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Kepolisian Resor Kampar, Provinsi Riau berhasil membongkar rekayasa kasus perampokan yang berujung pada pembuatan laporan palsu dengan melibatkan oknum pegawai negeri sipil setempat.

Kapolres Kampar, AKBP Andri Ananta Yudhistia menjelaskan terdapat tiga tersangka yang ditangkap dalam sindikat rekayasa kasus tersebut. Ketiganya adalah BB (34) oknum PNS Kantor Camat Bangkinang dan dua rekannya RW (20) dan IF (28).

"BB berusaha merekayasa kasus perampokan sehingga seolah-olah menjadi korban dengan membuat laporan palsu," katanya.

Dia menjelaskan kasus itu berawal saat BB si oknum PNS membuat laporan polisi dengan Nomor LP/333/XII/2017/Riau/Res Kampar pada 20 Desember 2017 silam.

Dalam laporannya, tersangka BB yang tidak lain adalah bendahara di kantor camat itu menyebut jika dirinya menjadi korban perampokan ketika baru saja mengambil uang senilai Rp92,4 juta.

Uang yang baru diambil dari Bank Riau-Kepri itu sejatinya digunakan untuk pembayaran gaji RT dan RW serta dana Bantuan Sosial.

Masih dalam laporannya, tersangka BB menyebut perampokan yang ia alami terjadi ketika tersangka berhenti di sebuah toko ponsel untuk mengisi pulsa.

Tiba-tiba, ada dua orang, yang tidak lain rekan tersangka merebut uang tersebut dari dalam mobil yang saat itu disimpan di jok bagian depan. Uang itu lantas dibawa kabur pelaku dengan menggunakan sepeda motor.

"Pelaku BB mengaku tidak mengetahui nomor polisi kendaraan yang membawa kabur uangnya tersebut," tuturnya.

Polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan itu. Sejumlah saksi diperiksa. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dari seluruh rangkaian penyelidikan, Polisi justru menemukan kejanggalan, sehingga penyelidikan kembali dilanjutkan dengan mengkonfrontir hasil penyelidikan dengan keterangan tersangka yang kala itu sebagai pelapor.

 Hasilnya, Polisi berhasil mengungkap benang merah laporan itu. Setelah diinterogasi, BB mengakui bahwa kasus itu sebuah rekayasa dengan melibatkan kedua rekannya.

Ketiga tersangka ditangkap di tiga lokasi berbeda pada Kamis kemarin (12/7). Saat ini, mereka telah diamankan di Mapolres Kampar guna proses penyelidikan dan hukum lebih lanjut.

 "Saat ini ketiga tersangka kami tahan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," ujarnya.


Komentar Anda

Top