ANTARA Riau

logo
  • Home Pemerintah Provinsi Riau Bentuk Panitia Khusus Seleksi Direksi Dan Komisaris BRK

Pemerintah Provinsi Riau Bentuk Panitia Khusus Seleksi Direksi Dan Komisaris BRK


Pekanbaru, (Antarariau.com) - Pemerintah Provinsi Riau sebagai pemegang saham Bank Riau Kepulauan Riau (BRK)  membentuk tim panitia seleksi untuk memilih dua direksi dan satu komisaris di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu.

"Di BRK ada dua direksi yang lama belum terisi dan komisaris satu orang berakhir jabatannya bulan oktober atau tiga bulan lagi," kata Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Riau, Masperi di Pekanbaru, Selasa.

Pansel yang terbentuk, lanjut dia, terdiri dari tiga orang terdiri dari kalangan akademisi, perwakilan Pemprov Riau yakni Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Komisaris Utama BRK. Nama-namanya adalah Prof Dr Muchtar Ahmad, Indrawati Nasution, dan HR Mambang Mit.

Masperi mengatakan bahwa dalam undang-undang hingga peraturan menteri dalam negeri, untuk memilih direksi dan komisaris harus membentuk pansel terlebih dahulu. Kemudian dilakukan uji kompetensi dan kelayakan.

"Setelah pansel menunaikan tugas diperolehlah orang-orang yang memenuhi syarat lalu disampaikan ke pemegang saham yang kemudian melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa," ujarnya.

Dalam RUPS LB itu pemegang saham menyampaikan haknya dan menyepakati siapa yang lolos. Setelah itu, maka nama-nama yang dipilih akan dikirim ke Otoritas Jasa Keuangan apakah yang  bersangkutan ada masalah keuangan atau tidak.

Jika sudah dinyatakan "clean and clear" olrh OJK, maka digelar lagi RUPS LB untuk penetapan siapa yang terpilih menempati jabatan. Masperi menambahkan bisa saja proses itu  berjalan lama hingga enam bulan.

Terkait bakal adanya pergantian Gubernur Riau dari Arsyadjuliandi Rachman ke Syamsuar Februari 2019 nanti, menurut dia, dalam pemilihan ini tidak ada unsur politis.

Seleksi direksi dan komisaris ini semata-mata hanya untuk mengisi jabatan yang sudah lama kosong dan komisaris yang habis masanya.

Komentar Anda

Top