ANTARA Riau

logo
  • Home IKKON Pamerkan Hasil Produk Berkoloborasi Dengan Masyarakat Siak

IKKON Pamerkan Hasil Produk Berkoloborasi Dengan Masyarakat Siak

Siak, (Antarariau.com) - Tim Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) 2018 memamerkan hasil produk kolaborasi dengan masyarakat Siak bersamaan dengan peringatan hari jadi Kabupaten Siak Ke-19 di gedung Slamatan Nisak, Rabu sore.

"Tim IKKON yang kita kirim ke Kabupaten Siak sukses dengan luar biasa mengangkat ataupun mengekplorasi produk-produk di Siak yang dikolaborasikan dengan akar budaya masyarakat Siak," ujar Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Restog Krisna Kusuma usai membuka Akosiak Festival di Siak, Rabu.

IKKON digagas Badan Ekonomi Kreatif untuk mengangkat potensi budaya lokal, dan telah berlangsung sejak 2016. Pada 2018 lima kabupaten/kota yang tergabung dalam IKKON diantaranya Kabupaten Siak (Riau), Kabupaten Belitung (Bangka Belitung), Kota Singkawang (Kalimantan Barat), Kabupaten Dompu (Nusa Tenggara Barat), dan Kabupaten Wakatobi (Sulawesi Tenggara).

Tim IKKON 2018 berkolaborasi dengan masyarakat wilayah setempat untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Siak. Tim yang beranggotakan 12 orang ini terdiri dari desainer produk, desainer interior, fashion, antropolog, fotografer, vidiografer, arsitek, business developer, dan lainnya guna membantu memunculkan produk dengan sentuhan desain agar memiliki nilai jual.

"Hasil karya dan produk kolaborasi tim IKKON dengan masyarakat Siak akan dikomersialisasikan untuk meningkatkan perekonomian di kabupaten Siak," ucapnya lagi.

Setelah lima bulan lamanya tim IKKON bersama pengrajin wilayah setempat berkolaborasi untuk menciptakan produk baru yang bernilai jual hingga ke mancanegara. Dalam pameran uang dijuluki dengan Akosiak festival ini memamerkan produk kriya, fashion (gaya) busana, dan mukena, homestay (penginapan), dan grand desain untuk pengembangan ekonomi syariah.

Termasuk foto-foto dan video juga sudah dikemas dengan baik oleh tim IKKON dan dipamerkan dalam pameran Akosiak Festival.

"Kami dari Bekraf berharap apa yang sudah dilakukan dan dibantu ini dapat dimanfaatkan pengusaha-pengusaha lokal. Terutama kepada pengrajin agar bisa berkolaborasi dengan desainer untuk mendorong kualitas produk yang ada di kabupaten Siak ini," jelasnya.

Salah tim IKKON Siak yang berprofesi sebagai Antropolog, Ayu Dewanti menyebutkan, dalam proses berkarya, para desainer berkolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif di Siak. Dari segi penggodokan ide kreatif dan pembuatan produk. 

"Terdapat banyak sekali inspirasi yang tim IKKON dapatkan dari para pengrajin," ucapnya.

Diantaranya desainer produk dan arsitek yang berkolaborasi dengan Koperasi Tunas Harapan binaan Noer, kerajinan getah rotan oleh Isur, dan Bayu Art di Perawang untuk kursi, kap lampu, dan laundry basket. Semuanya berada dalam lingkup mock-up homestay dan royal dinner. 

Fotografer berkolaborasi dengan satu-satunya arkeolog Siak, Cindy dalam menyusun buku panduan Istana. Desainer fashion berkolaborasi dengan tenun Siak Annisa milik Peni dan Dekranasda terutama Ibu Anna dalam hal membuat batik. 

Desainer komunikasi visual divisi visual art melukis syair karya Wan Said dalam produk t-shirt kreasinya dan berkolaborasi karya kaligrafi dengan komunitas Perkazi dan Kampung Seni. Koreografer tari membuat kreasi tri baru bernama Tari Kato dengan Putri dan Novel, dua orang sarjana tari Siak.

Komentar Anda

Top