Oleh Frislidia      Pekanbaru (Antarariau) - Kantor BKKBN Perwakilan Provinsi Riau, terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan Organisasi Perangkat "/>

ANTARA Riau

logo
  • Home BKKBN Riau Tingkatkan Kemampuan OPD-PKB/PLKB Kuasai Pemetaan Data Keluarga Menggunakan Software Dev-info.

BKKBN Riau Tingkatkan Kemampuan OPD-PKB/PLKB Kuasai Pemetaan Data Keluarga Menggunakan Software Dev-info.

Oleh Frislidia
     Pekanbaru (Antarariau) - Kantor BKKBN Perwakilan Provinsi Riau, terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)-KB kabupaten dan kota agar mampu menguasai dalam mengelola program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga  (KKBPK) dengan menggunakan perangkat software Dev-info.
     "Dev-info yaitu sistem database yang digunakan untuk kompilasi dan penyajian data dalam bentuk tabel, grafik maupun peta geografis dengan cakupan wilayah dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten dan kota, kecamatan sampai dengan kelurahan/desa dengan untuk tujuan monitoring maupun advokasi," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Agus Putro Proklamasi di Pekanbaru, Kamis.
     Kebijakan tersebut disampaikanya di sela acara Peningkatan Kompetensi dalam Pemetaan Perkembangan Program KKBPK melalui Dev-Info tingkat provinsi Riau tahun 2018 diikuti 31 peserta dari OPD PKB/PLKB, kabupaten dan kota.
     Menurut dia, Dev-info merupakan perangkat software yang dikembangkan oleh UNICEF sejak tahun 2002 dan kemudian di patenkan oleh PBB pada tahun 2004, sedangkan sistem database ini dimanfaatkan untuk memetakan data penduduk by name by adres.
     Ia mengatakan, sistem database ini memungkinkan penggunanya untuk dapat melakukan kompilasi penyajian data dalam bentuk tabel, grafik, maupun peta geografis dengan cakupan wilayah dari tingkat pusat, provinsi, sampai dengan Kabupaten atau kota.
     "Tujuan dari penggunaan database ini, adalah untuk memantau perkembangan  indikator dengan cara mengatur, menyimpan, dan menyajikan data dengan cara tabel, grafik, dan peta untuk dimasukkan dalam laporan, presentasi, dan bahan advokasi," katanya.
     Sednagkan data informasi keluarga perlu dikelola secara terpadu, terkoordinasi, profesional dan berkesinambunagn untuk mendapatkan hasil yang akurat, terukur dan terpercaya, dan ini penting karena data dapat menentukan tolak ukur kebijakan yang akan dan telah ditetapkan oleh BKKBN Pusat maupun Provinsi dalam pencapaian target sasaran kinerja.
     Ia menjelaskan, masalah kependudukan penting dari sisi kualitas dna kuantitas sesuai amanat UU Nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga (KKBPK), penduduk harus menjadi titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan di Provinsi Riau khususnya.
     Oleh karena itu melalui kegiatan peningkatan kompetensii ini dapat diidentifikasi wilayah-wilayah yang capaian indikator kinerja program KKBPK-nya masih kurang atau rapor merah. Sementara BKKBN memiliki pendataan keluarga yang luar biasa dari segi besarnya ukuran data dengan cakupan total keluarga di Indonesia serta mengukur 55 variabel program KKBPK.
     "Sayang sekali pemanfaatan data keluarga ini relatif masih kurang. Jika kita menggunakan data pendataan keluarga yang unit analisis terkecilnya sampai tingkat desa, maka dapat terpetakan desa manakah yang masih legok atau tertinggal di kawasan Riau ini," katanya.
     Database kependudukan ini, katanya,  sangat bermanfaat bagi pengambil kebijakan dalam menetapkan desa manakah yang perlu diberikan perhatian khusus, karena masing-masing indikator berbeda.

Komentar Anda

Top