Oleh Rizqy Nedia dan Frislidia     Pekanbaru (antarariau.com) - Jaksa penuntut umum (JPU) Bernhard Siahaan, SH menuntut Deni "/>

ANTARA Riau

logo
  • Home Edarkan Sabu-sabu, Dua Pelaku Dituntut Masing-masing 5 tahun Penjara

Edarkan Sabu-sabu, Dua Pelaku Dituntut Masing-masing 5 tahun Penjara

Oleh Rizqy Nedia dan Frislidia
    Pekanbaru (antarariau.com) - Jaksa penuntut umum (JPU) Bernhard Siahaan, SH menuntut Deni Insan Suryana dan Hendra 5 tahun penjara dan denda 1 milyar rupiah karena terbukti memiliki, memakai, dan mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,43 gram.
    "Tuntutan diajukan karena terdakwa melanggar pasal 114 ayat 1 UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 112 ayat 1 UU no. 35 tahun 2009 tentang narkotika," kata JPU, Bernhard Siahaan di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis.
     Menurut Bernhard, Deni dan Hendra sudah memberikan keterangan dalam sidang pada 26 Oktober 2018, dalam keterangannya terdakwa mengakui bahwa mereka memang  memakai dan melakukan transaksi narkotika jenis sabu-sabu.
     Sabu-sabu yang ditemukan polisi dirumah Deni diakui Deni memang miliknya yang ia beli dari Hendra seharga 1 juta rupiah. Transaksi tersebut merupakan yang kelima kali dilakukannya, juga transaksinya dengan jumlah yang paling besar dari sebelumnya.
     "Dalam transaksi sebelumnya terdakwa Deni hanya membeli seharga Rp250-500 ribu, namun karena terlalu beresiko apabila sering melakukan transaksi akhirnya ia memutuskan untuk membeli sekaligus dalam jumlah banyak," katanya.
     Sebelumnya, rumah Deni yang berada di Jl. Arengka Ujung telah digeledah oleh kepolisian pada 9 Agustus 2018 dan ditemukan 2 paket sabu-sabu seberat 0,43 gram beserta alat hisapnya.
     Penggeledahan tersebut kemudian dilanjutkan ke rumah Hendra  di Jl. Rambutan,  Hendra ditemukan bersama barang bukti sabu seberat 0,46 gram yang ia dapatkan dari Nanda yang tidak tertangkap dan kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh kepolisian.
     "Hendra memesan kepada Nanda sesuai permintaan Deni sekaligus membeli untuk ia konsumsi sendiri," kata JPU.
     Dalam sidang dengan agenda tuntutan dari JPU tersebut, Deni dan Hendra yang didampingi oleh penasehat hukumnya mengajukan pledoi untuk menanggapi selengkap-lengkapnya dasar dan alasan yang dikemukakan JPU dalam tuntutannya.
     Sidang akan dilanjutkan pada 15 November 2018 untuk mendengarkan pembelaan dari penasehat hukum. 

Komentar Anda

Top