ANTARA Riau

logo
  • Home Pertamina Luncurkan BBM Satu Harga Di Pelalawan

Pertamina Luncurkan BBM Satu Harga Di Pelalawan

Pekanbaru,(Antarariau.com) - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I meresmikan penggunaan program Bahan Bakar Minyak satu harga di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, guna mencapai target pemerintah pusat untuk pemerataan.

"Dengan demikian sejak tahun 2017 sudah ada  total 18 Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum atau SPBU program BBM satu harga yang berhasil dioperasikan oleh Pertamina MOR I," kata General Manager Pertamina MOR I, Agustinus Santanu Basuki melalui pernyataan pers kepada Antara di Pekanbaru, Kamis.

Agustinus Santanu Basuki menjelaskan wilayah Kabupaten Pelalawan mendapatkan suplai BBM dari Terminal BBM Sei Siak Pekanbaru yang memiliki jarak empat jam waktu tempuh melalui jalur darat.

Wilayah Kabupaten Pelalawan yang dikeilingi sungai dan perairan menyebabkan masyarakat kesulitan untuk mendapatkan BBM dengan harga yang sama dengan di Kota lain.

"Untuk itu, Pertamina MOR I segera melaksanakan realisasi program BBM satu harga di Kabupaten Pelalawan sehingga masyarakat di wilayah tersebut dapat terpenuhi kebutuhannya akan bahan bakar yang terjangkau," ujarnya.

Menurut dia Pertamina mengemban tugas dari Pemerintah untuk melaksanakan program BBM satu harga di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sebelum adanya program BBM satu harga diketahui harga di wilayah dalam kategori 3T tersebut mencapai Rp15.000 hingga Rp25.000 per liter.

Melalui program BBM satu harga diharapkan dapat membantu masyarakat yang berada di lokasi 3T untuk menikmati bahan bakar dengan harga yang lebih terjangkau dan sama dengan saudaranya di daerah lain di luar Jawa.

Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dapat mengakselerasi pergerakan ekonomi setempat melalui akses mudah terhadap sumber energi.

"Kami berharap melalui program BBM satu harga, dapat membantu program Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah 3T," tuturnya.

Untuk itu sambung Agustinus pihaknya mohon dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan stakeholder terkait lainnya didaerah untuk kelancaran pelaksanaan program BBM satu Harga.

"Sehingga keadilan energi dapat tercipta hingga ke pelosok negeri dengan lebih cepat," pungkas Agustinus Santanu Basuki.

Komentar Anda

Top