ANTARA Riau

logo
  • Home Tanggapi Program 100 Hari Kerja Wardan-SU, Legislator: Semua Kurang Greget

Tanggapi Program 100 Hari Kerja Wardan-SU, Legislator: Semua Kurang Greget


Tembilahan (Antarariau.com) - Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir, Herwanissitas menilai program 100 hari kerja Bupati Muhammad Wardan dan Wakil Bupati Syamsuddin Uti kurang greget dan hanya bersifat normatif saja.

Bahkan menurut Herwanissitas, jika dibandingkan dengan program Wardan-Rosman Malomo (Warohmah) yakni Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya, justru jauh lebih bagus.

"Semuanya normatif, masih greget program-program Wardan-Rosman (Warohmah) kemarin, seperti Magrib Mengaji, itu salah satu Program Warohmah yang saya nilai bagus, tapi sekarang, program-program baru nampaknya tidak ada" ujarnya di Tembilahan, Kamis.

Dia juga menuturkan, rata-rata program yang dijabarkan Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023 tersebut sudah dijalankan pada kepemimpinan Bupati Muhammad Wardan sebelumnya, bukan gagasan baru.

"Contohnya saja program perekaman data kependudukan dengan langsung mencetak KTP-el di tempat pelayanan (jemput bola), itukan memang program dari Kementerian sebelumnya sudah ada," cetus pria yang akrab disapa Sitas itu.

Meski menurutnya semua program tersebut bersifat normatif, ia tetap berharap Bupati yang didampingi Wakil Bupati Inhil yang baru mampu menjalankan seluruh program dengan tuntas selama 100 hari kerja.

"Mudah-mudahan ini bukan gambaran hilangnya sebuah ide, atau tidak mau bombastis," ucapnya.

Sebelumnya, Bupati dan Wakil Bupati Inhil, Muhammad Wardan-Syamsuddin Uti sudah memaparkan program kerja 100 hari kepemimpinanya di hadapan sejumlah anggota legislatif dalam agenda Rapat Paripurna Istimewa setelah resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Inhil yang baru, Senin (26/11) lalu.

Pada Rapat Paripurna Istimewa yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam itu, Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023 secara bergiliran membacakan program-program yang telah digagas.

Dalam salah satu pemaparannya, Bupati mengatakan selama 100 hari kerja, dirinya akan mengerahakan seluruh Kecamatan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dibidang Perizinan seperti pelayanan administrasi terpadu Kecamatan (Paten) serta Pelayanan Perizinan Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) dalam wilayah Kecamatan.

Selain itu dia juga akan mengupayakan perekaman data kependudukan dengan langsung mencetak KTP-el di tempat Pelayanan (jemput bola) melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Komentar Anda

Top