ANTARA Riau

logo
  • Home Pertagas Akan Hentikan Pasokan Jaringan Gas 12 JAM

Pertagas Akan Hentikan Pasokan Jaringan Gas 12 JAM


Pekanbaru (Antarariau.com) - PT Pertagas Niaga akan menghentikan sementara aliran dan pasokan jaringan gas (jargas) ke rumah warga selama 12 jam pada Sabtu (8/12) untuk perawatan.

"Operasi jaringan gas Kota Pekanbaru, Riau, akan mengalami penghentian sementara Sabtu besok yang dijadwalkan  mulai pukul 08.00-20.00 WIB," kata Manager Stakeholders Relation PT Pertagas Niaga, Ratna Dumila melalui siaran persnya kepada Antara di Pekanbaru, Kamis.

Ratna Dumila menjelaskan penghentian ini dilakukan diakibatkan ada proses perawatan/pemeliharaan tahunan proses Gas Plant 2018 yang dilakukan oleh EMP Bentu Limited yang merupakan sumber pasokan gas untuk jaringan gas kota di Pekanbaru, Riau.

Dengan penghentian pasokan ini sebut dia, diprediksi sebanyak 3.839 Sambungan Rumah tangga (SR) akan mengalami kendala untuk memanfaatkan jaringan gas kota alias tidak dialiri.

     
"Dengan berhentinya jaringan gas kota sementara pada hari Sabtu. Harapannya pelanggan dapat mengantisipasi lebih awal atas dampaknya. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pelanggan gas Kota Pekanbaru," jelas Ratna Dumila.

Dikatakan Ratna,  PT Pertagas Niaga selaku afiliasi PT Pertamina (Persero) yang ditugaskan mengelola dan mengoperasikan jaringan gas kota di Pekanbaru akan terus berkoordinasi dengan EMP Bentu Limited untuk mengusahakan jaringan gas kota segera beroperasi secepat mungkin sehingga dapat digunakan memasak kembali oleh warga.

PT Pertamina menerima penugasan untuk pengoperasian jaringan gas kota Pekanbaru yang dibangun oleh Kementerian ESDM menggunakan APBN tahun anggaran 2015 dan 2017.

Jaringan gas kota dibangun oleh pemerintah guna menekan subsidi LPG, mendorong diversifikasi energi dengan pemanfaatkan energi bersih, murah dan aman yang langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.

Data dirangkum antara dari Disperindag, untuk Kota Pekanbaru sendiri telah dilakukan tahapan pembangunan gas kota atau "City Gas" sejak 2015 lalu. Pertengahan 2016 dilaksanakan "Gas In" di Kecamatan Limapuluh.

Pada 2016 telah dilakukan pemasangan sebanyak 3.713 sambungan rumah tangga.

Kemudian pada 2017, kembali dilakukan penyambungan jargas ke 3.000 rumah tangga. Dan tahun 2018 ini diusulkan kembali untuk pemasangan 10.000 sambungan jargas ke rumah warga di wilayah Kecamatan Sukajadi, Marpoyan Damai, dan Bukit Raya.

Menurut Kadisperindag Ingot Achmad Hutasuhut, sambungan gas ke rumah tangga lebih praktis. Para ibu rumah tangga tak perlu repot-repot ke warung dan menggendong tabung gas ketika gas di rumah habis. Berbeda dengan LPG, sambungan gas langsung mengalirkan gas ke rumah-rumah.

"Harga gas pun jauh lebih murah. Misalnya untuk rumah tangga, kalau keluarga biasanya beli 3 tabung LPG, kan sekitar Rp50.000 per bulan. Kalau gas rumah tangga hanya Rp30.000-35.000 per bulan. Lebih hemat 40-50 persen dan tidak perlu menenteng tabung, dan sebagainya," ujar ingot.

"Selain itu, sambungan gas rumah tangga aman dari bahaya kebakaran," pungkas Ingot.

Tak hanya itu, pembangunan jargas juga memangkas subsidi. Dengan jargas mengurangi jumlah LPG yang diimpor pemerintah sebesar 20 ribu ton per tahun.

Saat ini, dari kebutuhan LPG nasional sebesar 6,5 juta ton per tahun, sebanyak 4 juta ton harus diimpor dari negara lain.


Komentar Anda

Top