ANTARA Riau

logo
  • Home PHRI: Hotel di Pekanbaru Perang Tarif

PHRI: Hotel di Pekanbaru Perang Tarif


Pekanbaru (Antarariau.com) - Persatuan Hotel dan Restoran  Indonesia Provinsi Riau mengungkapkan ada perang tarif hotel di Kota Pekanbaru akibat jumlah kamar terus bertambah.

Pihak hotel berupaya menjaga keberlangsungan hidup usaha agar tetap berjalan dan kamar hotelnya terisi, kata Ketua PHRI Riau, Nofrizal di Pekanbaru, Jumat.

Menurutnya harga kamar hotel di Riau saat ini sudah termasuk rendah. Padahal harga kebutuhan pokok, upah kerja, dan biaya operasional terus naik. Sementara harga tarif kamar hotel tetap dan malah cenderung menurun.

Dari segi bisnis, kata dia, itu sudah merugikan karena hotel bertambah terus. Kondusi itulah sebutnya yang terjadi sekarang meskipun sebagian hotel besar tetap berjalan dan okupansi tetap tinggi tapi tidak menjamin hotel bisa jalan.

Oleh karena itu, dia akan akan melakukan penyetaraan tarif hotel yang di Pekanbaru saja berjumlah lebih dari 200.

"Masa harga hotel Rp150 ribu? Mana bisa hidup? Harga harus seimbang dengan pengeluaran. Malah bintang 3 dan 2 di bawah Rp300 ribu, itu pihak hotel banyak menurunkan tarif sehingga fasilitas dan mutu pelayanan juga turun," ungkapnya.

Terkait tingkat okupansi hotel di Pekanbaru, dia tidak bisa mengungkapkan karena itu tergantung pada hotel masing-masing, sebab     ada hotel berbintang yang tetap tinggi okupansinya, dan ada juga yang rendah sehingga  tak bisa disamaratakan.

"Tidak bisa kita buat rata-rata. Nanti salah persepsi. Okupansi itu hanya bisa dilihat dari masing-masing hotel," katanya.

Ia menambahkan, okupansi tidak bisa juga dijadikan patokan. Sekarang yang penting berapa tingkat pendapatan dan kekuatan hotel menghadapi kondisi saat ini.

"Hotel ada juga yang tutup karena pengeluarannya lebih besar dari pendapatan," imbuhnya.



Komentar Anda

Top