ANTARA Riau

logo
  • Home Pemkab Rohil Terus Berupaya Tingkatkan Produktivitas Padi

Pemkab Rohil Terus Berupaya Tingkatkan Produktivitas Padi


Oleh Dedi Dahmudi

Rokan Hilir, (Antarariau.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau tengah terus berupaya meningkatkan produksi hasil pertanian padi di wilayah tersebut.

Sedikitnya ada enam kecamatan di Kabupaten Rohil yang saat ini menjadi lumbung produksi padi. Diantaranya Kecamatan Bangko, Pekaitan, Kubu, Kubu Babussalam, Sinaboi, dan Rimba Melintang. Namun yang paling terbesar saat ini produksi hasil padi berada di Kecamatan Rimba Melintang.

Hal tersebut dibuktikan pada panen raya yang dilakukan oleh Bupati Rohil Suyatno bersama Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim beberapa waktu lalu. Panen padi seluas lebih dari tiga ratus hektar digelar di Kepenghuluan Pematang Sikek, Kecamatan Rimba Melintang.

Bupati bersama Plt Gubernur, Danrem 031 Wirabima Brigjend Sonny Aprianto, serta didampingi beberapa pejabat lainnya turun kesawah untuk memanen padi. Dalam panen padi tersebut juga disaksikan oleh kelompok tani serta ratusan warga setempat. Raut wajah pejabat tingkat provinsi dan kabupaten setempat terpancar cerah ketika melakukan panen raya padi dengan hasil mencapai dua ribu ton tersebut.

Bupati Rohil Suyatno menjelaskan, Kabupaten Rohil memiliki tanaman padi mencapai lebih dari dua puluh ribu hektar yang terdiri dari enam kecamatan yakni Kecamatan Bangko, Sinaboi, Rimba Melintang, Kubu, Pekaitan dan Kubu Babussalam. Luas tanaman yang ada di Rohil berkisar 5,21 persen, atau 950 hektar berada di Kecamatan Rimba Melintang.

Suyatno juga mengungkapkan bahwa pada areal persawanan di Kepenghuluan Pematang Sikek, para petani mampu melakukan dua hingga tiga musim tanam dengan produksi 3.600 ton gabah kering pertahun selama dua kali musim tanam.

Dalam upaya meningkatkan hasil produksi tanaman padi petani, Pemkab Rohil telah memberikan bantuan alat pertanian seperti mesin tanam, handtraktor, pompa, selang air dan lainnya. Para petani juga didampingi tenaga penyuluh lapangan serta didampingi dan digerakkan oleh TNI seperti Babinsa.

"Keterlibatan aparat TNI membuat semakin optimis karena Babinsa berperan sebagai pendamping dalam usaha tani untuk mewujudkan produksi padi yang lebih besar," kata suyatno.

Sementara, Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim mengatakan, Rohil merupakan suatu wilayah yang masuk dalam kategori lumbung padi di Provinsi Riau setelah Kabupaten Indragiri Hiilir dan Kampar. Sebab, dalam satu tahun para petani mampu melakukan beberapa kali panen dengan jumlah besar. "Kita sangat menyayangkan potensi seperti ini belum diketahui oleh pemerintah pusat. Kita menginginkan agar padi di Rohil ini bisa diperhatikan oleh pemerintah pusat sehingga akan menjadi semangat bagi petani serta untuk lebih meningkatkan hasil produksi padi nantinya," ujarnya.

Wan Thamrin juga mengatakan bahwa Pemprov Riau akan berupaya untuk mengajak Menteri Pertanian berkunjung ke Rohil untuk melihat potensi pertanian serta produksi padi tersebut. "Menteri Pertanian harus tahu ini agar beliau lebih memperhatikan kita, selain sebagai penyemangat para petani, kita juga akan dapat bantuan alat pertanian untuk meningkatkan hasil produksi padi," harapnya.

Wan Thamrin yang juga mantan Bupati Rohil tersebut menyayangkan hasil produksi padi Rohil dikirim ke daerah lain, sehingga ketika telah menjadi beras maka terjadi harga jual yang lebih tinggi. "Kita berharap Rohil memiliki pabrik produksi beras agar hasil para petani ini bisa kita hak patenkan sebagai produksi yang berasal dari Kabupaten Rohil," katanya. (Adv)


Komentar Anda

Top