ANTARA Riau

logo
  • Home Dua Koreografer Pekanbaru Tampil Di Pastakom VII

Dua Koreografer Pekanbaru Tampil Di Pastakom VII

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Dua Koreografer asal Kota Pekanbaru Sunardi dan Iwan Irawan akan tampil dalam acara Pasar Tari Kontemporer (PASTAKOM) VII di Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru, Sabtu malam ini.

          Sunardi akan menyuguhkan karya tarinya berjudul "Mirror" yang menurutnya bercerita tentang kehendak manusia yang terkadang jauh meninggalkan hakikatnya sebagai manusia. Karya Sunardi ini akan didukung oleh dua penari, Aldi dan Zakir serta musik digarap Anggara Satria.

         "Sesuatu itu tergambar, menyimpang, kacau, balau. Inilah cermin yang tidak memantulkan yang seharusnya," tulis koregrafer Sunardi dalam sinopsis karyanya di Pekanbaru, Sabtu.

         Berikutnya, Iwan Irawan Permadi akan menyajikan karya berjudul "Air Janggi". Karya ini menurut dia terinspirasi dari Air Janggi yang merupakan sebuah fenomena badan air, sungai, tasik, selat dan laut yang melekat di dalamnya.
     "Fenomena ini menggetarkan, menuntut ke hati-hatian manusia melangkah di dalam dan selamanya menyusur zona Aquatica. Kami rindu akan alam," tulisnya dalam garapan yang didukung lima penari yakni Wendra, Yuni, Wita, Moniq dan Ecy.

         Selain koreografer dari Pekanbaru, pertunjukan malam ini juga akan menampilkan karya koreografer dari Solo, Yogyakarta, dan Medan. Seniman tari asal Solo, Agung Kusumo Widagdo, akan membentangkan karyanya berjudul "Sapu Jagad".
     Tarian ini memotret permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi negara ini. "Sapu Jagad" mengajak kita untuk membuang hal-hal buruk dalam diri manusia demi negera ini lebih baik lagi. Tarian ini akan divisualkan oleh empat penari yaitu Dorothea Queen, Fajar Prastiyani, Sisca Hariyati dan Galuh
     Kemudian ada Tarian berjudul "Pranata" karya Andre Nurvily dari Yogyakarta. Karya Andre ini didukung tiga penari diantaranya Chandra, Rangga, dan Min serta musik digarap Hery Kristian.

          "Karya tari yang ingin menceritakan tubuh bergerak di ruang tanpa cahaya dan suara, yang terdengar hanyalah hembusan nafas dan beban. Gerakkanlah, maka kami akan mencarikan mu," tulis Andre dalam sinopsinya.
     Terakhir, Sabri Gusmal dari Medan akan menampilkan karya berjudul "The Silent Noise". Menurut yang ditulis Gusmal di sinopsis, karyanya terinspirasi dari sebuah karya photografi dari seorang fotografer jalanan London yang menamakan dirinya "Babycakes".
     Lalu "The death of conversation" merupakan hasil foto yang diperdebatkan. Dari karya fotografer ini, Gusmal mencoba merangkai peristiwa sosial yang hendak disampaikan. Gusmal langsung jadi penari dalam karya ini dengan musik digarap Sulaiman.

         PASTAKOM VII malam ini merupakan hari kedua dari tiga malam pertunjukan yang dimeriahkan oleh para koreografer dari berbagai daerah di Indonesia. Diantaranya dari Pekanbaru, Tembilahan, Yogyakarta, Solo, Medan, Padang, Padang Panjang, dan Tanjung Pinang.

          Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan pergelaran ini, panitia menyediakan tiket masuk seharga Rp25 ribu.

Komentar Anda

Top