ANTARA Riau

logo
  • Home Dumai Tetapkan Infrastruktur Skala Prioritas Pembangunan

Dumai Tetapkan Infrastruktur Skala Prioritas Pembangunan

Dumai, (Antarariau.com) - Skala prioritas pembangunan Kota Dumai Riau 2015 masih diutamakan dalam rangka peningkatan infrastruktur ruas jalan, drainase tengah kota dan jembatan penghubung sebagai kebutuhan dasar masyarakat.


Wali Kota Dumai Propinsi Riau Khairul Anwar menyebutkan, dalam kurun waktu empat  tahun terakhir telah dilaksanakan sejumlah kegiatan fisik peningkatan infrastruktur berbiaya puluhan miliar rupiah.


Memasuki 2015 ini, melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) kembali akan melaksanakan kegiatan fisik pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan drainase senilai Rp150 miliar yang dibagi dalam tiga  pembidangan, yaitu Bina Marga, Cipta Karya dan Sumber Daya Air.


"Ketersediaan infrastruktur yang memadai, ideal dan layak merupakan kebutuhan suatu daerah untuk maju, disamping juga memenuhi hak dasar masyarakat. Karena itu dalam kinerja pemerintah akan terus ditingkatkan karena menjadi kewajiban dalam rangka pelayanan publik yang prima dan optimal," kata Khairul Anwar.


Dia bercerita, giat pembangunan infrastruktur jalan, drainase dan jembatan ini juga untuk pemenuhan kebutuhan fasilitas pelayanan umum dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Kegiatan peningkatan infrastruktur ini sudah dimulai sejak 2011 lalu dan merupakan bagian dari agenda penting rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2011 - 2015 untuk dilaksanakan berkesinambungan.

 

Dalam RPJMD tersebut, ditegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sangat penting karena akan memberikan kemudahan bagi para pengguna untuk lebih produktif lagi dalam melakukan kegiatannya.

 

Karena itu, pemerintah terus berupaya melakukan percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan dengan mengedepankan prinsip kemitraan secara adil, terbuka, transparan, kompetitif, dan saling menguntungkan.

 

"Pembangunan infrastruktur diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas pelayanan umum, baik secara kuantitas maupun kualitas, sehingga ketersediaan yang memadai dapat meningkatkan kesejahteraan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," terangnya.

 

Sedangkan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional dan propinsi, akan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat dan propinsi melalui dana APBN dan APBD propinsi, terutama terhadap jalan yang menjadi tanggung jawab pusat dan Propinsi.

 

Menurutnya, masalah utama yang tengah dihadapi Kota Dumai adalah di bidang Infrastruktur dan karena secara bertahap setiap tahun akan dilaksanakan pembangunan yang kini sudah mencapai kemajuan luar biasa.

 

"Kita berharap dengan kemajuan kondisi infrastruktur akan menarik minat investasi daerah yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru dan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat, sehingga angka kemiskinan daerah secara bertahap akan berkurang," terangnya.

 

Disampaikan dia, pada 2013 lalu, Dumai telah mendapat kucuran dana APBN sebesar Rp355 miliar untuk peningkatan infrastruktur jalan nasional, seperti Jalan Soekarno – Hatta, Jalan Pelintung, Bukit Timah dan lainnya.

 

Dana tersebut digunakan untuk melanjutkan pekerjaan proyek peningkatan status jalan nasional di Kota Dumai termasuk menyelesaikan pembangunan Jalan Parit Kitang – Lubuk Gaung menuju kawasan industri Lubuk Gaung di Kecamatan Sungai Sembilan.

 

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Dumai Joni Amdani menerangkan, saat ini tengah dipersiapkan dokumen lelang dan perhitungan biaya oleh tim survei yang secara bertahap akan dilelang oleh panitia pemerintah daerah.

 

Menurutnya, untuk Bidang Bina Marga, akan dilelang 40 paket, Cipta Karya 15 paket dan SDA 10 paket dan seluruh paket yang ditender tengah disurvei oleh tim untuk disesuaikan harga dengan kondisi bahan bakar minyak dan pengurangan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat ke daerah.

 

DPU pada tahun 2015 juga akan membangunkan 25 unit rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu yang tersebar di sejumlah kelurahan dan kecamatan.

 

"Survei dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga terkini, dan karena ada pengurangan anggaran maka kembali dilakukan penyesuaian agar sehingga dalam pelaksanaan kegiatan tidak mengalami kendala," ungkapnya.

 

Survei telah dilakukan tersebut, lanjut dia, merupakan gabungan seluruh bidang yang ada di DPU, yakni Cipta Karya, Bina marga dan Sumber Daya Air (SD) untuk melihat perubahan harga material semen, kerikil, pasir, kayu, aspal, termasuk juga upah kerja dan item terkait lainnya.

 

Pada 2014 lalu, DPU mengklaim telah merealisasikan kegiatan sebesar 96 persen berdasarkan pagu anggaran yang telah ditetapkan pemerintah, dan sebagian masih ada sejumlah kegiatan yang tidak terlaksana tuntas.

 

Disamping itu, pembangunan infrastruktur tersebut meliputi, peningkatan delapan ruas jalan utama, 161 ruas jalan kecamatan dan gang, pembangunan 14 jembatan, dan rehabilitasi/pemeliharaan tujuh ruas jalan.

 

Adapun delapan pembangunan jalan kota, ialah, peningkatan Jalan Tuanku Tambusai, Pelebaran Jalan SM Amin Kelurahan Jaya Mukti, pelebaran Jalan Muslim Kelurahan Jaya Mukti dan Peningkatan Jalan Simpang Pulai-Bulu Hala.

 

Kemudian, peningkatan Jalan Pematang Duku, Jalan Murni, dan Jalan M Sholeh, pembukaan jalan poros di Jalan Perwira, Jalan Janur Kuning.

 

Selanjutnya, sejumlah pembangunan jalan di kecamatan sebanyak 161 ruas jalan dan gang, pembangunan 14 jembatan, dan rehabilitasi/pemeliharaan tujuh ruas jalan. Semua sudah selesai pembangunannya, bahkan tahun 2014 ini akan dilanjutkan ke tahap berikutnya.

 

"Melalui RPJMD tahun 2011-2015, pemerintah sudah berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan Infrastruktur yang berorientasi pada wilayah pemukiman," terangnya.

 

Berdasarkan data DPU tentang ruas jalan kota ini, total panjang jalan yaitu 1.845.092 meter, terdiri dari jalan nasional 73.608 meter, jalan provinsi 146.292 meter dan jalan kota 1.625.191 meter.

 

Dari panjang 1.625.191 meter jalan kota, kondisi Jalan Kota Dumai yang baik 776.065.88 m (47,75 %), kondisi jalan yang sedang 557.364.55 m (34,30 %) dan jalan yang rusak 250.785 m (17,95 %).

 

Dengan data ini, menjadi langkah awal Walikota Dumai Khairul Anwar untuk menetapkan bahwa rencana prioritas pembangunan dan perbaikan infrastruktur Jalan Kota selama 5 tahun hingga 2015 dilakukan secara bertahap.

 

Target Peningkatan jalan dari sedang menjadi baik dan dari rusak menjadi baik selama 5 tahun kedepan sepanjang 298.599.785 meter atau 18,37 persen, sehingga pada akhir tahun 2015 kondisi jalan dengan kreteria baik menjadi 1.074.665 meter atau 66,13 persen.

 

Kepala Bidang Bina Marga DPU Dumai Nur Istiqlal menambahkan, pihaknya saat ini masih menyiapkan pematangan dokumen perencanaan lelang sebanyak 30 paket proyek fisik senilai kurang lebih Rp90 miliar pada 2015.

 

Dia menjelaskan, sejumlah kegiatan fisik yang akan menyedot anggaran besar diantaranya, proyek over lay di Jalan Hasanuddin sepanjang 900 meter senilai kurang lebih Rp9 miliar.

 

Selanjutnya, kegiatan lanjutan pembangunan Jembatan Sukadamai sepanjang 150 meter dan lebar 10 meter dengan total anggaran sebesar Rp20 miliar pada 2015 ini.

 

"Jembatan Sukadamai merupakan lanjutan karena pada 2014 lalu telah dilakukan tahap awal pemasangan tiang pancang senilai Rp15 miliar," jelasnya.


Selain itu, dirancang juga pembangunan kontruksi dua jembatan, yaitu Jembatan Mataim di Kelurahan Mundam Kecamatan Medang Kampai Dumai senilai total Rp3,7 miliar.


Dia mengakui, selain melaksanakan proyek pembangunan kegiatan pelelangan, juga dianggarkan Rp6 miliar untuk dana pemeliharaan jalan dan jembatan khusus ruas jalan di dalam kota.


Dana pemeliharaan ini merupakan anggaran rutin yang dikelola Bidang Bina Marga untuk melakukan perawatan dan perbaikan sementara khusus di ruas jalan yang mengalami kerusakan dengan cara tambal sulam.

(adv/hms/abdul razak)

Komentar Anda

Top