ANTARA Riau

logo
  • Home Pemkot Dumai Terus Upayakan Penyediaan Air Bersih

Pemkot Dumai Terus Upayakan Penyediaan Air Bersih

Dumai, (Antarariau.com) - Penyediaan sarana infrastruktur jaringan air bersih di Kota Dumai Riau terus diupayakan pemerintah daerah setempat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat setempat.

Diketahui, Pemerintah Kota Dumai dibawah kepemimpinan Wali Kota Khairul Anwar memilih menunda kelanjutan proyek infrastruktur air bersih yang dimulai di era walikota Zulkifli AS, dan melakukan beberapa langkah baru.

Khairul Anwar mengaku sangat serius untuk menyediakan air bersih bagi warganya karena merupakan kebutuhan hak dasar orang banyak, sehingga diambil upaya percepatan pembangunan infrastruktur dengan membentuk tim diketuai Sekretaris Daerah Said Musatafa.

Langkah lain yang disiapkan untuk kelanjutan pengembangan air minum ini, pemerintah berencana menawarkan ke pihak ketiga yang nantinya akan bekerjasama dengan pemerintah dalam hal pengelolaan dan kewajiban memanfaatkan asset daerah.

Selain itu, menyiapkan payung hukum untuk percepatan dan kerjasama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan jaringan air bersih, didampingi Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) yang akan mendukung dan memberikan bantuan teknik dalam rangka mencapai tujuan pengaturan pengembangan sistem penyediaan air minum.

"Semua langkah ini sangat penting guna menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat karena hal ini membutuhkan proses dan tidak semudah sekedar membalikkan telapak tangan, melainkan harus ada aturan resmi," katanya kepada wartawan.
 
Dia beralasan juga bahwa menempuh upaya tersebut karena untuk pembiayaan sepenuhnya penyediaan air bersih tidak mampu dibebankan ke anggaran daerah, supaya tidak menghambat proses pembangunan infrastruktur yang lain, baik bidang fisik atau lainnya.
 
Persoalan lainnya yang dianggap serius adalah terkait sumber air baku karena diketahui  sebelumnya direncanakan Sungai Dumai dinilai belum mampu untuk mencukupi kebutuhan dalam perhitungan jangka waktu panjang.
 
Karena itu, mengingat keterbatasan debit air Sungai Mesjid, maka pemerintah daerah beberapa waktu lalu telah menandatangani kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Kementerian PU dan Pemprov Riau guna pemanfaatan sumber air baku Sungai Rokan.
 
"Dalam mewujudkan penyediaan sarana air bersih ini pemerintah tidak mau gegabah dan sangat bertindak hati-hati, agar tidak timbul implikasi hukum di belakang hari, karena itu berharap masyarakat bisa bersabar," ungkapnya.
 
Pada tahun anggaran 2014 lalu, Pemkot Dumai menargetkan akan melakukan pemasangan baru terhadap 3.800 sambungan air bersih ke rumah warga dan untuk pelaksanaan atau pengelolaan jaringan air bersih ini diserahkan ke perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Dumai Bersemai (TDB).
 
Keinginan sejumlah investor untuk bekerjasama mengelola penyediaan air bersih ini disambut baik pemerintah daerah, karena diharapkan bisa mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
 
Sekretaris Daerah Said Mustafa menyebutkan, untuk kelanjutan pembangunan proyek itu, Pemkot juga akan melakukan evaluasi dan kaji ulang perencanaan awal serta pemanfaatan sumber bahan baku air.
 
"Sumber bahan baku air Sungai Mesjid akan diganti dengan air Sungai Rokan yang memiliki debit air lebih besar untuk kebutuhan jangka panjang. Ini berdasarkan penelitian dan kajian tim teknis dan akademisi," ujarnya.
 
Sejumlah rencana perubahan terhadap pelaksanaan kegiatan Dinas Pekerjaan Umum Dumai tersebut, dia menilai Pemkot akan mencoba melakukan perubahan kebijakan, baik secara penganggaran maupun teknis.
 
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai Joni Amdani menyatakan, sejumlah investor, baik dalam negeri maupun asing sudah ada menyatakan ketertarikan kerjasama pengelolaan air bersih untuk kepentingan hajat hidup orang banyak.
 
Dia menjelaskan, pembangunan sarana air bersih ini merupakan pekerjaan utama yang disegerakan pemerintah, mengingat kebutuhan air bersih ini sudah mendesak. DPU juga melakukan inventarisasi dan penghitungan aset pipa serta instalansi yang terpasang.
 
Terkait sumber bahan baku air, menurutnya, akan diselaraskan dengan penggunaan air bersih sistem regional yang dicanangkan Pemerintah Provinsi diatas wilayah Kota Dumai, Kabupaten Rohil dan Bengkalis.
 
"Pembangunan proyek air bersih ini telah masuk dalam agenda provinsi bersama sejumlah kabupaten lain dengan mempersiapkan sumber air baku berasal dari Sungai Rokan yang berada di Kecamatan Rohil," ujarnya.
 
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Air Minum Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai saat ini sudah mengalirkan air bersih ke rumah warga di beberapa titik perkotaan untuk kebutuhan mandi dan cuci keperluan rumah tangga.
 
Dumai sudah mengalokasikan anggaran tahap awal sebesar Rp10,3 miliar dengan teknis pekerjaan dilaksanakan DPU, dan kini di Kecamatan Medang Kampai telah dinikmati sekitar 1.200 sambungan rumah dengan debit air mencapai 8 liter per detik.

Komentar Anda

Top