ANTARA Riau

logo
  • Home Polresta Rekayasa Lalu Lintas Jelang Pergantian Tahun

Polresta Rekayasa Lalu Lintas Jelang Pergantian Tahun

Pekanbaru,  (Antarariau.com) - Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Provinsi Riau melakukan rekayasa lalu lintas jelang perayaan pergantian tahun 2015, Kamis malam.

Wakil Kepala Polresta Pekanbaru AKBP Sugeng Ptutu Wicaksono kepada Antara, Kamis di Pekanbaru menjelaskan rekayasa lalu lintas itu dilakukan disejumlah lokasi yang dianggap dapat menimbulkan kemacetan.

"Intinya kita berusaha agar lalu lintas dapat berjalan lancar selama perayaan tahun baru nanti," jelasnya.

Dia merincikan sejumlah lokasi yang bakal mendapat pengalihan arus lalu lintas yakni Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Arifin Achmad. Menurut Putut, kedua ruas jalan protokol itu merupakan jalur yang kerap menimbulkan kemacetan.

Lebih lanjut, Putut menjelaskan bahwa putaran atau "u-turn" Jalan Jenderal Sudirman ditutup hingga ke Jalan Kaharudin Nasution. Hal yang sama dilakukan dari arah Sudirman ke Arifin Achmad. "Nantinya seluruh "u-turn" di Arifin Achmad akan ditutup dan pengguna kendaraan harus memutar melalui putaran di Jalan Soekarno Hatta dekat pasar pagi," jelasnya.

Sementara itu secara keseluruhan Kota Pekanbaru menyiagakan 909 personil yang berasal dari Kepolisian, TNI, Dishub, Satpol-PP dan organisasi pemuda untuk mengamankan malam perayaan pergantian tahun  di wilayah setempat.

"Tim yang tergabung dalam operasi lilin akan siaga dan pengamanan di lokasi keramaian dan  rumah ibadah  mulai malam tahun baru," kata  Kapolresta Pekanbaru Kombes  Pol Aries Syarief Hidayat.

Aries menyebutkan, tim gabungan akan menyebar pada berbagai lokasi yang dipandang penting dan rawan terhadap kejadian baik kecelakaan, kejahatan bahkan aksi teroris.

Ia menerangkan beberapa titik rawan juga dibuka posko operasi lilin, sehingga siapa saja bisa memanfaatkannya untuk layanan, baik informasi, pertolongan pertama dan sebagainya.

Khusus untuk malam pergantian tahun baru, malam ini personil juga ditempatkan pada gereja yang ada di Pekanbaru.

"Sebelum dan sesudah ibadah tempat akan disisir tim terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada bom. Termasuk pengaturan parkir akan ditata jauh di luar halaman gereja menghindari adanya kemungkinan bom mobil," beber Aries.

Selain gereja, kemungkinan yang patut juga diwaspadai jadi target operasi yakni tempat keramaian seperti mall, lokasi dimana ada perayaan warga pada malam pergantian tahun dan sebagainya juga akan dijaga.

Aries berpesan agar semua unsur dimasyarakat ikut proaktif mengamankan dan memantau kondisi lingkungannya. Terutama Camat, Lurah, hingga aparat RT/RW yang menjadi penguasa di wilayahnya masing-masing, dimintakan jeli dan waspada serta mencurigai setiap wajah pendatang baru.  

"Untuk pemantauan dan informasi sekecil apapun perlu dilaporkan dan disikapi serius oleh semua pihak. Makanya jika melihat, mendengar ada gerak gerik yang mencurigakan masyarakat diminta segera melaporkannya kepada tim pengamanan," harapnya.    

Selanjutnya masih terang Aries, untuk pengamanan lalulintas pada aktifitas perayaan pergantian malam Tahun Baru dari kemacetan, penumpukan masa, tim juga melakukan sketsa pengalihan beberapa ruas jalan penting menuju dan keluar pusat kota.
      
 

Komentar Anda

Top