ANTARA Riau

logo
  • Home Perkebunan Kelapa Inhil Tengah Disoroti Oleh DPR RI

Perkebunan Kelapa Inhil Tengah Disoroti Oleh DPR RI

Pekanbaru (Antarariau.com) - Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat RI menyoroti sektor industri kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau dengan luas lahan perkebunan mencapai 400 ribu hektare, namun tetap tidak dapat menopang perekonomian masyarakat setempat.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Muhammad Haikal yang merupakan ketua rombongan saat kunjungan kerja ke Bumi Melayu itu, mengatakan meski Riau telah menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia namun belum dapat menjamin kesejahteraan masyarakat setempat.

"Dalam pertemuan ini, kita dapatkan potensi kelapa yang paling besar terdapat di Riau tetapi kenyataannya Indonesia masih tidak punya nama di Internasional," kata Haikal dalam pertemuannya dengan pihak Pemerintah Provinsi Riau di Kantor Gubernur, Kota Pekanbaru, Senin.

Haikal menyoroti persoalan klasik yang sering disinggungnya mengenai kondisi hilir yang kurang terkelola secara optimal. Pemerintah hanya fokus di sektor hulu saja, sehingga meskipun Indonesia sebagai produsen terbesar tetap saja Internasional pemegang lalu lintas kestabilan harga.

"Terhadap dua pelabuhan yang sedang dipersiapkan di kawasan selatan dan tengah di Riau, kami sangat mendukung ini menjadi jendela pengembangan kawasan industri," katanya pula.

Persoalan pengelolaan buah dan kebun kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir cukup menjadi topik sentral pembahasan saat pertemuan antara Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM dan BUMN dengan Pemprov Riau.

Hadir di tempat yang sama Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil Said Syarufuddin langsung memberikan konfirmasi.

Dikatakan Said Meski Inhil memiliki luas perkebunan kelapa lebih dari 400 ribu namun hampir separuh sudah rusak karena harga jual kelapa sangat tidak menjanjikan untuk menopang ekonomi masyarakat.

"Kebun kelapa itu banyak ditinggalkan oleh pemiliknya. Tidak terurus, karena harga jual kelapa sangat tidak sebanding untuk penambahan ekonomi," ujarnya.

Persoalan lainnya, Said mengatakan  kelapa di Inhil tumbuh di tanah gambut. Sehingga menurut arah kebijakannya pemerintah melarang untuk memberdayakan lahan gambut sebagai kawasan perkebunan, maka dipastikan lebih separuh masyarakat Inhil akan hilang mata pencahariannya.

Ia menambahkan dalam sehari tidak kurang lima juta butir kelapa bisa dihasilkan dari perkebunan ini. Namun sekitar dua juta butir buah kelapa malah lepas ke pardagangan lintas batas. Kapal-kapal Malaysia dan Singapura sudah berlabuh hampir disetiap muara sungai untuk membeli buah kelapa masyarakat dengan harga yang cukup tinggi. 

Oleh: Diana Syafni

Komentar Anda

Top