ANTARA Riau

logo
  • Home Desember 2016, Subsektor Tanaman Pangan Riau Naik 1,34 Persen

Desember 2016, Subsektor Tanaman Pangan Riau Naik 1,34 Persen

Pekanbaru (Antarariau.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat daya beli petani pada subsektor tanaman pangan atau padi dan palawija pada Desember 2016 sebesar 104,03 atau mengalami kenaikan indeks 1,34 persen dibandingkan November 2016 sebesar 102,65 persen.

"Hal ini disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 1,17 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar 0,17 persen," kata Kepala BPS Riau Aden gultom dalam keterangannya di Pekanbaru, Rabu.

Menurut dia, naiknya indeks harga yang diterima petani untuk subsektor tanaman pangan, padi dan palawija ini disebabkan oleh naiknya indeks harga kelompok padi sebesar 0,92 persen dan kelompok palawija sebesar 1,82.

Kenaikan  indeks khususnya terjadi pada gabah, jagung dan ketela pohon dan ubi kayu serta lainnya.

"Akan tetapi turunnya indeks harga yang dibayar petani disebabkan oleh turunnya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,26 persen khususnya pada bawang merah, cabai merah, daging ayam ras dan lainnya," katanya.    

Sementara itu, indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (PPBM) justru mengalami kenaikan sebesar 0,43 persen khususnya upah menuai dan memanen, sewa tanah ladang, upah menanam dan lainnya.

Ia menjelaskan, nilai tukar petani  adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima petani  dengan indeks harga yang dibayar petani dan dinyatakan dalam persentase.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kesejahteraan petani, dengan mengukur kemampuan tukar produk yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani baik untuk proses produksi maupun untuk konsumsi rumah tangga petani.

"Semakin tinggi NTP dapat diartikan kemampuan daya beli atau daya tukar (term of trade) petani relatif lebih baik dan tingkat kehidupan petani juga lebih baik," katanya. 

Komentar Anda

Top