ANTARA Riau

logo
  • Home Proyek Tol Listrik Riau Terkendala Di Lahan Milik Seorang Politisi

Proyek Tol Listrik Riau Terkendala Di Lahan Milik Seorang Politisi

Pekanbaru (Antarariau.com) - PT PLN (Persero) menyatakan pembangunan transmisi saluran udara tegangan tinggi 150 kilovolt Jalur Kerinci-Rengat di Provinsi Riau tidak bisa dilanjutkan karena terkendala oleh pemilik lahan, yakni seorang politisi setempat yang tidak bersedia lahannya diganti rugi.
    
"Beliau menolak untuk dibebaskan lahannya. Kabarnya beliau sudah mengirimkan surat kepada kami. Tapi surat tersebut hingga kini belum sampai di tangan saya. Makanya belum bisa kami tindaklanjuti," kata Manajer Unit Pelaksana Konstruksi Jaringan Sumatera (UPKJS) II PT PLN UIP II Sumbagut, Rachmat Basuki, di Pekanbaru, Senin.
    
Ia mengatakan, pemilik lahan tersebut adalah Iskandar Husein, yang kini menjabat Ketua DPW Partai Nasdem Riau. Menurut dia, ada empat titik menara (tower) transmisi saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 KV yang direncanakan melalui lahan milik politisi tersebut.
    
Ia menjelaskan, ini bukan kali pertama proyek kelistrikan melalui lahan miliknya. Sebelumnya, Iskandar Husein telah menerima ganti rugi di 10 titik tower yang juga melintasi lahannya di kawasan Pasir Putih-Kerinci, juga untuk transmisi 150 KV. Keseluruhan uang ganti rugi itu pun sudah dibayarkan sepenuhnya oleh PLN. 
    
"Makanya kita heran dengan penolakan beliau atas empat titik tower di jalur Rengat-Kerinci ini," katanya.
    
Ketika dikonfirmasi, Iskandar Husein, mengakui dirinya keberatan dengan lokasi rencana pembangunan tower PLN di Kerinci-Rengat yang bakal melintasi kebunnya. Ia meminta agar PLN mencari lahan lain untuk dilalui pembangunan, jangan lagi lewat ke lahan miliknya.
    
"Yang pertama saya kan sudah kasih, masak harus dikebun saya semua nanti menumpuk. Coba cari lokasi lainnya," kata Iskandar ketika dihubungi lewat sambungan telepon di Pekanbaru.

Tidak Bisa Asal Ubah
   
Manajer Unit Pelaksana Konstruksi Jaringan Sumatera (UPKJS) II PT PLN UIP II Sumbagut, Rachmat Basuki, mengatakan perencanaan proyek kelistrikan tersebut tidak bisa seenaknya diubah hanya karena persoalan pemilik lahan menolak lahannya diganti rugi.
    
"Ada kajian teknis yang dilakukan oleh PLN dalam membangun jaringan listrik. Perencanaan pembangunan dirancang dengan matang dan tidak serampangan," katanya.
    
Ia menjelaskan, saat ini belasan titik sudah dibebaskan dan beberapa di antaranya sudah dibangun, termasuk di Jalur Kerinci-Rengat. 
    
"Masak, gara-gara empat titik di lahan beliau. Rancangan jaringan listrik dengan panjang puluhan kilometer dan ratusan titik tower mesti diubah. Ini kan tidak rasional," keluhnya. 
    
Ia menegaskan bahwa tidak ada sedikit pun kepentingan pragmatis dalam pembangunan tol listrik  di Riau. Semuanya dilakukan oleh PT PLN semata-mata untuk kepentingan masyarakat Riau. 
    
"Niat kita hanya satu. Membuat provinsi Riau menjadi terang. Keinginan itu,  tentunya tak bisa dijalankan oleh PLN saja. Namun juga butuh dukungan dari masyarakat dan pemerintah. Utamanya adalah para pemilik lahan," pungkas Rahmat. 

Komentar Anda

Top