ANTARA Riau

logo
  • Home KRI Bima Suci Dalam Balutan Dewa Ruci

KRI Bima Suci Dalam Balutan Dewa Ruci

London,  (Antarariau.com) - Udara mendung menyelimuti Vigo, kota di pantai barat laut Spanyol, saat KRI Bima Suci meninggalkan galangan kapal Freire Shipyard, Vigo - tempat Bima Suci dibuat selama 22 bulan-


Diiringi lambaian tangan masyarakat kota Vigo, termasuk Dubes RI di Spanyol Yuli Mumpuni dan komandan KRI Dewa Ruci (2010) Letkol Laut (P) Suharto serta pelaut asal Indonesia yang bekerja di kapal  penangkap ikan internasional (pasukan gurita) dari dermaga.


Tepat pukul tiga sore, tanggal 18 September, KRI Bima Suci kapal layar latih super cangih di dunia bagi para taruna yang sebagai penerus KRI Dewa Ruci dibuat di galangan kapal Stulcken & Sohns di Hamburg, pada 1952 yang berusia 64 tahun, bagaikan prajurit tua memasuki masa pensiun - pun berlayar menuju Civitavecchia, Italia,  membutuhkan waktu sekitar 10 hari.


Dengan iringan musik drumband yang menyanyikan lagu "Tanah Air ku Indonesia" dari atas geladak kapal, dan lambaian tangan para Taruna dan Perwira yang berdiri berjajar mengelilingi kapal, KRI Bima Suci pun melego jangkarnya mengarungi lautan menyeberangi selat Gilbratar.


"Berat suasana hati saat itu dan semua saya tumpahkan dalam bait puisi biar tidak sedih walaupun akhirnya tidak tahan juga meliat Bima Suci pergi mengarungi Samudera Atlantik," ujar Suharto yang  tahun 2010 menjadi komandan KRI Dewa Ruci dalam perjalanan ke Eropa.


Bagaimana tidak berat hati sang Komandan yang bertugas sebagai Padiklat Perwira Pendidikan dan Latihan KRI Bima Suci yang bertanggung jawab menyiapkan materi kurikulum pelatihan, mengatur waktu dan instruktur agar awak kapal Bima Suci dapat menggunakan semua peralatan super cangih hingga bisa berlayar, bukan hanya dari Vigo ke Indonesia, tapi sampai di Tanah Air dan selama KRI Bima Suci hidup lebih dari 100 tahun ke depan.


"Saya menyiapan dokumen instruksi yang harus dialihbahasakan ke bahasa Indonesia dari bahasa Spanyol punya tantangan tersendiri, karena ini akan menjadi pedoman bagi awak saat ini maupun awak berikutnya atau awak generasi baru kelak," ujar Letkol Suharto yang bertindak sebagai instruktur bidang operasi, meliputi bidang navigasi, komunikasi, kebaharian, dan khususnya materi Bermanuver dengan menggunakan Layar.


Menjadi Komandan KRI Dewa Ruci baginya adalah "mujizat" sebagai manusia biasa. Memimpin kapal legendaris dengan membawa taruna untuk sebuah pelayaran muhibah dan Kartika Jala Krida sebagai - the Little Ambassador Duta Bangsa - menjadi kebanggaan tersendiri, kenang Suharto.


Apalagi dengan "Tim 2010" begitu Suharto menyebutnya - tidak hanya Awak kapal dan taruna, tapi juga dengan pihak KBRI dan Duta Besar dan staf, Atase Pertahanan, masyarakat Indonesia, Jurnalis adalah tim yang memiliki hubungan sangat kuat, bahkan sangat terasa hingga saat ini, ujarnya.

         Menurut Suharto, hubungan silaturahim  "Tim 2010" tetap terjalin. Namun, dengan kehadiran KRI Bima Suci, yang menjadi penerus KRI Dewa Ruci, menjadi pengalaman yang tidak terlupakan baginya secara  pribadi.


Lihatlah bagaimana warna KRI Bima Suci saat ini? Bagi mereka yang pernah melihat KRI Dewa Ruci pada tahun 2010, maka kita akan melihat roh (aura) KRI Dewa Ruci yang sama persis, ucapnya.


Suatu kebanggaan bagi saya sebagai salah satu personel Satgas adalah dari 4 Komandan KRI Dewa Ruci yang langsung mengawasi pembangunan KRI Bima Suci.


"Saya lah yang komplit selama 23 bulan," ujarnya, sementara  Laksma TNI Didin Zainal Abidin (Komandan ke-28) hanya 12 bulan, Laksma TNI Sutarmono (Komandan ke-30) 11 bulan, saya (Komandan ke-32) 23 bulan, sedangkan Letkol Laut (P) Widiyatmoko Baruno Aji (Komandan ke-35) hanya 7 bulan berada di Vigo," paparnya.


Kebanggaan lain yang tidak kalah pentingnya adalah Komandan pertama KRI Bima Suci adalah palaksa saya ketika menjadi Komandan KRI Dewa Ruci. Bahkan secara total, awak KRI Bima Suci diawaki lebih dari 50 persen personel ketika memimpin KRI Dewa Ruci periode 2009-2011.


Hal itu diakui Wakil komandan KRI Bima Suci M Sati Lubis kepada Antara London saat KRI Bima Suci sampai di kota pelabuhan Civitavecchia Roma, di mana menjadi kota singgahan pertama bagi KRI Bima Suci setelah meningalkan tanah air nya di mana kapal latih bagi para taruna itu "dilahirkan,".


KRI Bima Suci yang menjadi penerus KRI Dewa Ruci ini memang jauh berbeda dalam hal peralatan, misalnya, dalam hal penyulangan air laut yang asin menjadi air tawar, bahkan dari pancuran keran air bisa langsung di minum, ungkap M Sati Lubis yang membawa penulis berkeliling KRI Bima Suci saat menambatkan jangkarnya di kota wisata Civitavecchia.


Selama empat hari dari tanggal 28 September hingga 1 Oktober kehadiran KRI Bima Suci di kota yang berjarak satu jam dengan kereta dari Roma Civitavecchia membuat masyarakat Italia takjub, juga wisatawan mancanegara yang tengah mengikuti "cruise" dengan kapal pesiar yang berbadan besar dibanding KRI Bima Suci.


"Sebenarnya tidak juga, saat KRI Bima Suci bersandar berdampingan dengan kapal tiang panjang yang milik Amerika kami malah merasa bangga," ucap M Sati Lubis menambahkan bahwa alat latih yang ada di Bima Suci rasanya yang tercangih di dunia dibandingkan dengan kapal tiang panjang sejenis.


Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Dubes RI di Roma Esti Andayani pun saat acara "coctail party" mengakui kecangihan Bima Suci dan tidak habis memuji kecangihan kapal yang memliki layar sebanyak 26 buah.


Dalam perlayaran selama 10 hari dari Vigo tidak mengalami hambatan apapun, semua berjalan mulus apalagi perlengkapan dalam kapal sangat lengkap dengan ruangan seminar dan diskusi di mana para taruna dan tarunawati berbagi ilmu.


Ruangan yang nyaman serta sofa bagaikan di kapal pesiar lengkap dengan bar dan juga ruangan kamar tidur lengkap dengan kamar mandi serta dapur yang dapat menyediakan makan pagi- siang dan makan malam bagi seluruh awak kapal.

    
             Simbol bersejarah hubungan RI- Spanyol

KRI Bima Suci yang diresmikan KSAL Laksamana Ade Supandi, 18 September lalu, setelah lego jangkar dari Dermaga Pelabuhan Vigo, Spanyol dalam pelayaran menuju Indonesia.


Upacara keberangkatan KRI Bima Suci di Dermaga Pelabuhan Vigo tidak saja dihadiri WaliKota Vigo, Abel Caballero dan Dubes RI di Madrid Yuli Mumpuni Widarso, seluruh keluarga besar KBRI Madrid, keluarga Satgas Pengadaan Kapal Layar Latih TNI AL, tapi juga para Dubes negara anggota ASEAN di Madrid, serta penduduk Kota Vigo.


Rangkaian kegiatan menjelang keberangkatan KRI Bima Suci di Vigo meliputi "Open Ship" (16 - 18/9 ), pergelaran drumband Taruna TNI AL berkeliling Kota Vigo dan ditutup dengan cocktail party di KRI Bima Suci (17/9), dihadiri Wali Kota Vigo, pejabat Kota Vigo, Komandan, Perwira dan Taruna Armada Spanyol Wilayah Vigo, Dubes negara ASEAN di Madrid, Eksekutif dan karyawan Pelabuhan Vigo, karyawan Freire Shipyard, keluarga Satgas TNI AL Pengadaan Kapal Layar Latih TNI AL, keluarga KBRI Madrid.


Dubes RI di Madrid Yuli Mumpuni Widarso yang ikut mengawal pembangunan Bima Suci menyampaikan antusiasme masyarakat Vigo dalam menyambut peluncuran KRI Bima Suci menunjukan bahwa masyarakat Vigo sangat bangga dan merasa memiliki kapal yang dibangun di galangan kapal Freire, galangan kapal terbesar dan tertua di Vigo.


Sebagian masyarakat Vigo terlibat secara langsung dalam proses pembangunanya. Oleh karena itu, seluruh awak dan Taruna KRI Bima Suci hendaknya tetap ingat, KRI Bima Suci merupakan simbol bersejarah dari hubungan persahabatan yang sangat kuat antara Indonesia dan Spanyol, imbuhnya.


Dubes mengharapkan, kiranya hubungan persahabatan yang bersejarah tersebut terus diperkuat dengan mengundang taruna Armada Spanyol untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan di KRI Bima Suci, maupun memasukan Pelabuhan Vigo dalam setiap muhibahnya ke Eropa.


Ungkapan senada disampaikan Wali Kota Vigo, Abel Caballero yang mengungkapkan kebanggaan masyarakat Vigo yang selama 22 bulan terakhir  mengikuti dengan penuh kebanggaan perkembangan pembangunan kapal yang merupakan kapal layar tiang tinggi terbesar dan termodern yang pernah dibuat di Vigo.


Wali Kota menyambut baik harapan Dubes RI bahwa KRI Bima Suci yang lahir di Vigo tidak akan pernah melupakan tempat kelahirannya, dan akan singgah lagi di Vigo dalam pelayaran-pelayaran muhibah mengarungi samudera - samudera luas dunia.

   
               Bima Suci standar IMO

Berbicara kelebihan yang dimiliki KRI Bima Suci dibanding KRI Dewar Ruci antara lain dimensi KRI Dewa Ruci panjang 58, lebar 9, tinggi 33 meter, sedangkan KRI Bima Suci panjangnya 111,20 meter, lebar 13,50 dan tinggi 52 meter.


KRI Bima Suci memiliki anjungan latih untuk Taruna, yang dilengkapi oleh peralatan semacam "Bridge Simulator Navigasi", sehingga taruna dapat berlatih seolah-olah berlayar, walaupun kapal sandar dan memiliki peralatan multimedia, yang sistem teknologi informasi.


Peralatan ini dapat menampilkan data yang dibutuhkan tentang pelajaran, ensiklopedia, bahkan "entertainment" seperti film, karaoke, visualisasi kebudayaan Indonesia.


Keunggulannya, karena terkoneksi di semua ruangan, yang bisa dibuka setiap saat oleh siapapun termasuk taruna, peralatan navigasi dan elektronika lainnya, menggunakan teknologi terbaru sesuai standar IMO, KRI Bima Suci dilengkapi dengan peralatan yang ramah lingkungan (green environment) berstandar IMO dan "Maritime Pollution" (Marpol) terhadap limbah minyak, limbah sampah organik/non-organik, dan polusi udara. Akomodasi personel tersedia untuk 203 orang, termasuk 1 kamar "VVIP".


Di KRI Bima Suci terdapat ruang publik, terdiri dari tuang rekreasi (ballroom) untuk pesta indoor atau cocktail, mampu menampung 37 kursi, dan 100 orang model standing. Salon Komandan, tempat Komandan menerima tamu "VIP" dan bisa dijadikan tempat rapat terbatas 12 orang.


"Loungeroom" perwira, sebagai tempat makan seluruh perwira, dapat dijadikan sebagai tempat rapat dengan 22 tempat duduk. Ruang kelas gabungan memiliki 92 kursi, berfungsi sebagai ruang kelas gabungan, ruang pertemuan, ruang makan taruna, "teleconference" dengan sistem multimedia.


Ruang ini dapat dibagi menjadi tiga kelas kecil dengan kapasitas 60 orang, 16 orang, dan 16 orang. Loungeroom Taruna, tempat rekreasi taruna, Loungeroom Satlat, tempat rekreasi pengasuh/instruktur. Loungeroom Bintara/Tamtama, tempat rekreasi anggota kapal (non-perwira), Ruang makan Bintara/Tamtama.


KRI Bima Suci dilengkapi dengan Ruang Kesehatan (hospital)  dengan peralatan untuk operasi bedah ringan dan gigi, serta Ruang Perawatan dan "Fresh room" atau gudang penyimpanan bahan makanan sebanyak empat ruang (daging, ikan, sayur, dan bahan makanan kering) yang mampu membawa persediaan logistik untuk 30 hari di laut.


KRI Bima Suci dilengkapi peralatan lift yang digunakan untuk memindahkan bahan makanan dan makanan jadi secara vertikal dari gudang Fresh room (geladak/dek paling bawah), ke dapur (geladak tengah), hingga ke geladak utama (paling atas).
 

Komentar Anda

Top