ANTARA Riau

logo
  • Home Polda Riau Catat 69 Remaja Tersangka Narkoba, Kota Pekanbaru Terbanyak?

Polda Riau Catat 69 Remaja Tersangka Narkoba, Kota Pekanbaru Terbanyak?

Pekanbaru (Antarariau.com) - Sebanyak 69 remaja tercatat terlibat kasus narkotika dan obat-obatan terlarang di Provinsi Riau selama periode Januari-September 2017 berdasarkan data Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah setempat.

"Ini membuktikan bahwa narkoba sudah menjangkau semua hal hingga tingkat usia remaja dan anak-anak," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Selasa.

Di antara 69 remaja itu terdapat satu anak berusia di bawah 16 tahun dimana kasusnya ditangani Kepolisian Resor Kepulauan Meranti. Sedangkan 68 lainnya masuk dalam kategori umur 16-19 tahun.

Menariknya dari data tersebut, remaja terlibat narkoba tersebut yang terbanyak bukanlah dari daerah kota. Di Pekanbaru yang menjadi Ibu Kota Provinsi Riau ini, remaja yang terlibat narkoba hanya satu orang.

Sementara remaja yang banyak terlibat itu adalah di daerah yang secara geografis berada di pesisir Riau. Paling banyak adalah di Kota Dumai sebanyak 10 orang, lalu Kabupaten Rokan Hilir sembilan, dan Bengkalis delapan.

Kemudian diketahui juga bahwa yang terlibat narkoba dengan status pelajar yakni sebanyak 44 orang seluruh Riau. Sedangkan secara keseluruhan jumlah kasus narkoba yang ditangani Polda Riau dan jajaran adalah sebanyak 1055 dengan jumlah tersangka 1.472 orang selama Januari-September 2017.

Atas hal tersebut, perlu dilakukan upaya pencegahan sedini mungkin terhadap remaja dan anak-anak. Ketua Bidang Pencegahan Badan Narkotika Provinsi Riau, Mulshelvia menyampaikan pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan.

"Kita sosialisasi bahaya narkoba di semua sasaran. Seperti di sekolah kita anjurkan memasang spanduk bahaya narkoba. Ada juga kita minta siswa membuat majalah diniding sampai dengan lomba menulis tentang bahaya narkoba," ujarnya.

Tidak hanya itu, BNNP menurutnya juga melakukan tindakan turun langsung ke sekolah. Diantaranya dengan menjadi pembina upacara di sekolah pada hari-hari tertentu.

Komentar Anda

Top