ANTARA Riau

logo
  • Home Diskes Pekanbaru Diharapkan Membuat Data Layanan Apotek Berbasis Daring

Diskes Pekanbaru Diharapkan Membuat Data Layanan Apotek Berbasis Daring

Pekanbaru (Antarariau.com) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pekanbaru menyarankan sudah saatnya Dinas Kesehatan setempat membuat data layanan apotek dalam jaringan (Daring)  yang link ke semua Rumah Sakit dan bisa diakses masyarakat, guna pengawasan obat ilegal.

"Kalau setiap apotek sudah menggunakan sistem  Daring pengawasan yang dilakukan terukur dan terbuka," kata Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Nofrizal di Pekanbaru, Rabu.

Menurut Nofrizal sejauh ini Diskes Pekanbaru belum punya data apotek yang beroperasi secara Daring sehingga bisa diketahui masyarakat. Padahal ini penting saat seorang butuh rekomendasi obat dan pembelian resep dokter yang memenuhi stok dan jenisnya warga tidak perlu pusing dan muter-muter mencari tinggal buka aplikasi sehingga diketahui dimana keberadaannya.

Selain itu sebut dia lagi ditengah kondisi saat ini mulai menjamurnya toko obat atau apotik di Kota Pekanbaru harus mendapat pengawasan ekstra dari dinas terkait, terutama soal perizinannya.

"Dikhawatirkan banyak apotik yang melanggar ketantuan atau aturan di Kota Bertuah ini, karena daftar mereka tidak transparan disampaikan dan bisa diketahui masyarakat," tuturnya.

Untuk itu, pemerintah diharapkan bisa menerapkan hal baru tersebut, guna memberi jaminan kepada masyarakat bahwa obat yang diperoleh dari apotik yang memiliki izin, obat-obat yang legal dan terdata secara akurat oleh Dinas Kesehatan.

Disamping itu,  Dinas Pendapatan Kota Pekanbaru dan Badan Pelayanan Terpadu juga saling bekerjasama sehingga pengawasan terhadap pelaku  usaha bisa dimaksimalkan.

Tidak ada lagi pelaku usaha yang mangkir mengurus izin dan bayar pajak, karena ini akan berdampak terhadap Pendapatan Asli Darrah (PAD) Kota Pekanbaru ke depan.

"Sudah saatnya di zaman yang canggih seperti sekarang pemerintah terbuka dalam melakukan pengawasan, data jumlah apotek dan klinik yang ada dengan sistem online, ketika masyarakat ingin mengimput satu apotik tertentu sudah keluar semuanya nama usahanya, tempatnya, izinnya bisa bisa diakses," urainya.

Apalagi sebut dia sudah ada contoh apotek nakal yang ditutup karena kedapatan izinya sudah habis dan tidak diperpanjang lagi, artinya pengawasan oleh Dinas terkait selama ini memang sangat lemah, makanya pemerintah harus bergerak cepat melakukan perbaikan sistem agar hal serupa tidak terulang lagi.

"Jauh hari kita selalu sampaikan kepada dinas terkait untuk intens melakukan pengawasan apotek dan klinik yang ada di Kota Pekanbaru jangan sampai nanti daftar obat ini nanti masuk dari pintu-pintu ilegal," pungkasnya.


Komentar Anda

Top