ANTARA Riau

logo
  • Home Triwulan III/2017, PAD Dari Penjualan Tiket TMP Mencapai Rp8,2 Miliar

Triwulan III/2017, PAD Dari Penjualan Tiket TMP Mencapai Rp8,2 Miliar

Pekanbaru (Antarariau.com) - Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Riau berhasil membukukan pendapatan asli daerah (PAD) dari penjualan tiket Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) sebesar Rp8,2 miliar hingga triwulan III/2017 ini.

"Hingga triwulan ketiga PAD mencapai Rp8,2 miliar dari target Rp9,5 miliar tahun ini," kata Kepala Bidang Pengembangan dan Pengawasan Angkutan Perkotaan (PPAP) Dinas Perhubungan Pekanbaru, Wisnu Haryanto kepada Antara di Pekanbaru, Rabu.

Angka tersebut diperoleh dari antusiasme yang cukup besar dari masyarakat Kota Pekanbaru dalam menggunakan jasa Bus kebanggaan masyarakat ibu kota Provinsi Riau tersebut.

Ia bahkan berani merevisi jika hingga akhir tahun ini, PAD dari Operasional TMP dapat mencapai Rp10,5 miliar tahun ini.

"Masih ada waktu hingga tiga bulan, kami optimis target maksimal hingga Rp10,5 miliar bisa tercapai," ujarnya.

Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, saat ini  mengoperasikan 80 unit Bus TMP guna melayani 12 koridor.

"Kita total memiliki 86 unit bus TMP, dengan 80 armada yang kita operasikan," ujarnya.

Seluruh bus TMP tersebut mulai dioperasikan sejak medio tahun ini, setelah sebelumnya terdapat beberapa koridor yang dibekukan akibat kekurangan armada.

Selain dapat mengaktifkan seluruh koridor, Wisnu juga mengatakan keberadaan tambahan armada tersebut dapat mempersingkat waktu tunggu saat transit dari 15 menit menjadi hanya 8-10 menit.

"Dengan tambahan bus juga bisa mempersingkat waktu tunggu dari antara 8 hingga 10 menit," ujarnya lagi.

Seluruh koridor yang diaktifkan diantaranya adalah Kodidor 1 tujuan Pelita Pantai - Pandau beroperasi ada 14 unit bus sebelumnya 10 unit bus. Koridor 2 tujuan Terminal BPRS - Kulim menjadi 12 unit bus sebelumnya 8 bus.

Koridor 3 tujuan Kampus UIN - Purna MTQ terdapat 12 unit bus sebelumnya 8 bus. Koridor 4a tujuan Pasar Pusat - Pasar Tangor Kulim ada 8 bus sebelumnya 6 bus.

Kemudian Koridor 4b tujuan Terminal BRPS - Pasar Pusat beroperasi sebanyak 8 bus sebelumnya 4 bus. Lalu koridor 5 tujuan Jalan Sudirman-Pelabuhan Sungai Duku ada 3 bus, Koridor 6 tujuan Terminal BRPS - Torganda dari 4 unit bus menjadi 6 bus. Koridor 7 A tujuan Kantor Walikota- Pasar Wisata ada 3 bus, Koridor 7 B tujuan Kartama-Jalan Tuanku Tambusai ada 4 unit bus.

Selanjutnya koridor 8 A tujuan Kantor Walikota-Kampus Unilak dari 2 bus ditambah menjadi 6 bus, Koridor 8 B tujuan Kampus Unilak-Palas Raya ada 2 bus sebelumnya hanya satu bus dan terakhir koridor Bandara sebanyak 2 bus.  


Komentar Anda

Top