ANTARA Riau

logo
  • Home HUT Siak Ke-18 Berikan Penghargaan Untuk Tiga Wanita Inspiratif

HUT Siak Ke-18 Berikan Penghargaan Untuk Tiga Wanita Inspiratif

Siak (Antarariau.com) - Tiga perempuan asal Kecamatan Kandis menerima penghargaan dari pemerintah Kabupaten Siak di Hari Ulang Tahun Kabupaten Siak ke-18, Kamis, karena dianggap sebagai pelopor dalam bidang ekonomi kreatif dan religi di wilayahnya.
    
Tiga perempuan itu adalah Tasliatik berusia 71 tahun, Junaidi Fitri, dan Syamsidar Lubis, mereka dianugerahi penghargaan karena keuletannya merintis usaha secara mandiri di bidang ekonomi kreatif, sosial dan agama.
    
Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Siak Syamsuar usai upacara HUT Kabupaten Siak ke-18 di lapangan tugu depan Istana.
    
Tasliatik, diusianya yang sudah senja itu ia masih mampu memproduksi dodol pulut. Makanan ini ia jual di kios di depan rumahnya. Warga yang datang dari luar Siak sering menjadikan ini sebagai oleh-oleh, bahkan tidak jarang juga wisatawan bisa melihat langsung proses pembuatannya di dapur mereka.
    
Saat menerima penghargaan dari Bupati Siak Syamsuar, wanita pelopor ekonomi kreatif di Kecamatan Kandis ini diwakili oleh anaknya, Rosmawati. Meskipun usaha yang mereka rintis masih kecil dengan penghasilan perbulannya masih Rp2 juta, namun Tasliatik masih bisa produktif diusianya yang tidak lagi terbilang muda.
    
"Alhamdulillah, saya mewakili Mak bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas pemberian penghargaan ini," ucap Rusmawati usai upacara HUT Siak ke-18.
    
Rosmawati menceritakan, usaha yang dirintis sejak tahun 1996 itu adalah peninggalan ayahnya, yang kemudian diteruskan Maknya Tasliatik. Sedangkan untuk harga dodol pulut mereka jual senilai Rp20.000 per bungkus.
    
Proses pembuatan dodol pulut ini, kata Wati, menggunakan kayu bakar dengan api sedang. Bahan pokoknya beras pulut yang sudah digiling dan dicampur gula dan santan. Terkadang dicampur durian dan pandan, untuk menambah cita rasa yang berbeda. 

Lain halnya dengan Junaini Fitri, seorang pengrajin anyaman lidi sawit yang tergabung dalam kelompok wanita tani ini baru mulai merintis usahanya pada Maret lalu. Jun sebelumnya merupakan seorang perawat, sejak ia sudah menikah dan memiliki anak, ia pun berhenti dari kerjaannya.
    
Setelah berhenti bekerja, ia lantas bergabung dengan kelompok wanita tani, disana Jun pun mendapatkan pelatihan di bidang ekonomi kreatif agar bisa mandiri dalam merintis usaha UMKM.
    
Wanita 31 tahun ini pun memutuskan untuk membuat anyaman dari lidi sawit yang dijadikan berbagai kerajinan, serta menjual kerupuk pisang.
    
"Usaha kami ini baru mulai beberapa bulan yang lalu, dari lidi kelapa sawit tersebut kami bisa membentuknya menjadi keranjang buah, piring, mangkok, dan keranjang tempat parcel," jelasnya.
    
Selain mereka berdua, Samsidar Lubis (45 tahun) warga Kandis lainnya juga menerima penghargaan dari Bupati Syamsuar atas dedikasi dan loyalitasnya membangun bidang sosial dan agama.
    
Dirinya sudah delapan tahun mengurus badan kontak majelis taklim (BKMT) dan wirid pengajian. Samsidar berhasil menyatukan BKMT dan wirid-wirid pengajian seluruh kecamatan Kandis, hingga membentuk wirid akbar, dan sekaligus mengisi ceramah pada pengajian tersebut.
    

Komentar Anda

Top