ANTARA Riau

logo
  • Home Festival Europalia Hadirkan Ratusan Kesenian Tradisional Indonesia

Festival Europalia Hadirkan Ratusan Kesenian Tradisional Indonesia

London (Antarariau.com) - Patung kayu Sigale-gale berukuran hampir sebesar manusia, dengan balutan busana adat Batak lengkap termasuk kain Ulos, yang biasa ditemukan di depan rumah tradisional warga Pulau Samosir, Sumatera Utara, menjadi salah satu dari sekitar ratusan artefak yang mengisi ruangan gedung Museum Brusel Bozar dalam pameran seni Festival Europalia Indonesia berthema "Ancestors and Ritual".

Festival dibuka secara resmi oleh Raja Belgia Philippe - Philippe Leopold Louis Marie dan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Selasa (10/10).

Kekayaan artefak kuno dari berbagai daerah Indonesia yang ditampilkan di Europalia Arts Festival Indonesia menarik perhatian Raya dan Ratu Belgia, yang dengan serius memperhatikan dan mendengarkan dari ahli sejarah setiap artefak pada acara peresmian pembukaan Europalia yang digelar setiap dua tahun sekali. Raja dan Ratu Belgia beberapa kali berputar di beberapa artefak untuk melihat secara rinci penjelasan tertulis di sisi kiri bawah masing-masing artefak.

Selain patung Sigale-gale yang diyakini punya hubungan dengan leluhur sesuai dengan tema pameran "Leluhur dan Ritual," terdapat patung berpahat kayu berukuran tinggi, yang disebut Ana Deo dari Flores yang menyambut Raja dan Ratu Belgia serta Wapres Jusuf Kalla dan rombongan di depan ruangan pameran Bozar. 

Karya seni koleksi dari museum berjejer di pelataran ruangan pameran mulai dari Tau-Tau atau patung manusia dari Tana Toraja sampai patung sarkofagus, yang berfungsi memandikan jenazah yang terbuat dari batu dari Minahasa.

Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Hilmar Farid, kepada Antara London, mengatakan "sebanyak 40 ribu ton koleksi Museum Nasional diboyong dalam upaya memampilkan wajah Indonesia di Eropa."

Menurut dia, Festival Seni Europalia akan digelar mulai 10 Oktober 2017 sampai 21 Januari 2018, yang berlangsung di tujuh negara di Eropa dan 45 kota diantaranya Antwerpen, Leuven, Gent, dan Brusel. Europalia juga digelar Amsterdam, Denhaag di Belanda, Krakow, Berlin dan London di Inggris.

Selama 104 hari, akan diramaikan sebanyak 290 acara dan didukung 316 artis seniman musik seperti sepeni Kande dari Aceh, Rahayu Supanggah & Garasi Seni Benawa, Salawat Dulang dan Saluang Dendang, Wayang Hip Hop, serta penampilan Ikke Nurjanah, Tesia Manaf dan 60's&70's Indonesian Rock & Roll Night yang akan tampil di London. 

Sedangkan penulis yang tampil diantaranya Ayu Utami, Zubaidah Djohar, Intan Paramaditha, Tan Lioe Le.

Selain itu dalam rangkaian Festival Europalia Indonesia, juga ditampilkan film Indonesia garapan karya Garin Nugroho, Mira Lesmana, Nia Dinata, Riri Riza dan Mouly Surya dengan kurator film Nan Achnas. Dalam Festival Europalia Indonesia juga digelar konferensi dan simposium diantaranya symposim Lupa lupa Ingat, Surabaya City within Kampung Universe.

Dubes UNESCO Fauzi Soelaiman yang hadir pada acara pembukaan menyampaikan "selamat dengan keberhasilan Indonesia yang diwakili Kemdikbud beserta sponsor, menampilkan yang terbaik di depan Raja dan Ratu Belgia."

Dikatakannya sebagai Dubes/Dewatap RI di UNESCO berkedudukan di Paris merasa senang budaya Indonesia diperkenalkan ke masyarakat Brussels, maupun masyarakat Eropa pada umumnya. 

Salah satu tarian yang ditampilkan adalah Tari Saman yang tercatat di UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia di tahun 2011 yang mendapatkan sambutan yang luar biasa dari penonton. 

"Saya berharap Indonesia akan menjadi tujuan utama warga Eropa untuk berlibur setelah diperkenalkan Festival Europalia," ujarnya.

"Festival Europalia Indonesia adalah yang terbagus "most beautiful," yang pernah saya lihat dan juga acara pembukaan dengan pertunjukan budayanya. Sayang nya pada acara pembukaan yang menampilkan budaya Indonesia terlalu singkat dan saya akan datang lagi menyaksikan pertunjukkan lainnya," ujar Agnes Didi, penonton asal Belgia yang selalu menyaksikan acara Europalia yang diadakan setiap dua tahun sekali. 

Pada acara pembukaan ditampilkan tari Nani Topeng Losari, Suara Papua, dan ditutup dengan penampilan tari Saman Gayo Lues yang mendapat sambutan dari para penonton. Salah seorang penari Topeng Losari Cirebon Nur Anani M Irman, yang lebih dikenal dengan nama Nani mengaku mendapat kehormatan bisa menampilkan tari Topeng Losari Cirebon di Brusel. Saya bangga bisa ikut memeriahkan pembukaan festival Europalia Indonesia, ujarnya. 

Ketua Europalia Jacobs de Hagen menyampaikan "penyelenggaraan Festival Europalia Indonesia diharapkan dapat memberikan pengalaman dan pengertian yang jauh lebih jelas kepada masyarakat Belgia khususnya mengenai budaya Indonesia."

Sementara Menlu Belgia menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Europalia Indonesia di Brussels sebagai ibukota Eropa "dapat dimanfaatkan untuk eksposur budaya Indonesia secara luas."

Komentar Anda

Top