ANTARA Riau

logo
  • Home 25 Titik Panas Kembali Bermunculan Di Provinsi Riau

25 Titik Panas Kembali Bermunculan Di Provinsi Riau

Pekanbaru (Antarariau.com) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan titik panas atau indikasi kebakaran hutan dan lahan, yang mencapai 25 titik di Provinsi Riau, Rabu.

"Berdasarkan pencitraan Satelit Rabu sore pukul 16.00 WIB terpantau 25 titik panas di sembilan daerah di Riau," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru.

Slamet menjabarkan, 25 titik panas dengan tingkat kepercayaan diatas 50 persen masing-masing terpantau di Kota Dumai lima titik, Kabupaten Rokan Hilir empat titik.

Selanjutnya titik panas terpantau di Bengkalis, Siak dan Indragiri Hulu masing-masing tiga titik. Kemudian di Rokan Hulu, Pelalawan, dan Kuantan Singingi masing-masing dua titik panas serta di Kampar satu titik panas.

"Dari 25 titik panas, 11 titik diantaranya dipastikan sebagai titik api dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen," urai Slamet.

Titik api merupakan indikasi adanya kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen, atau indikasi kuat adanya kebakaran.

Ia merincikan, titik api terdeteksi di Bengkalis, Dumai, Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi masing-masing dua titik. Selanjutnya titik api turut terpantau di Rokan Hilir, Kampar, dan Rokan Hulu masing-masing satu titik api.

Lebih jauh, secara umum BMKG menyatakan terdapat 96 titi panas yang terpantau di seluruh Pulau Sumatera hari ini. Selain 25 titik panas di Riau, titik-titik panas juga terpantau di Sumatera Barat 21 titik, Sumatera Utara 12 titik, Sumatera Selatan 13 titik.

Sisanya titik panas terpantau di Aceh, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Riau, dan Bangka Belitung.

Keberadaan titik panas yang terpantau hari ini merupakan yang terbanyak dalam dua bulan terakhir. Pantauan Antara, dalam sepekan terakhir cuaca di Provinsi Riau terasa cukup panas dengan curah hujan minim.

Saat ini Provinsi Riau masih dalam status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. Status yang diputuskan sejak awal 2017 ini akan berakhir pada November mendatang.


Komentar Anda

Top