ANTARA Riau

logo
  • Home Winrock Internasional Berikan pelatihan Evaluasi Emisi GRK Di Siak

Winrock Internasional Berikan pelatihan Evaluasi Emisi GRK Di Siak

Siak (Antarariau.com) - Tiga kampung atau desa di Kabupaten Siak mendapatkan kesempatan memantau dan mengevaluasi pengurangan emisi gas rumah kaca dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Winrock Internasional.

Kampung Dayun di Kecamatan Dayun, Teluk Mesjid di Kecamatan Sungai Apit dan Dosan di Kecamatan Pusako mendapatkan berbagai pelatihan dan bimbingan dari Winrock Internasional (WI) melalui program pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan yang terfokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca.

"Targetnya pengurangan emisi gas rumah kaca yang berasal dari lahan gambut dan produksi minyak kelapa sawit," ujar Perwakilan Country Representative WinRock Internasional, Nenden D Milawati di Siak, Sabtu.

Pada monitoring dan evaluasi dari pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap pelaksanaan kegiatan WI di Kabupaten Siak, Nenden menjelaskan, kegiatan-kegiatan yang dilakukan Winrock internasional guna mendorong pencapaian target pemerintah untuk menurunkan gas rumah kaca (GRK) di tahun 2020.

Melalui pemanfaatan energi baru dan terbarukan dan upaya pengurangan gas rumah kaca yang berasal dari lahan gambut dan produksi minyak kelapa sawit. 

Program ini mengimplementasikan beberapa kegiatan, antara lain peningkatan kapasitas teknis para pemangku kepentingan dalam melakukan evaluasi.

Pengembangan dan penerapan kebijakan yang efektif dengan menggunakan pendekatan "landscape" yang memberikan dampak positif bagi lingkungan, sosial dan manfaat ekonomi serta berkontribusi bagi komitmen pemerintah daerah menciptakan Kabupaten Hijau.

"Dipilihnya Kabupaten Siak karena dinilai menjadi wilayah potensial untuk meningkatkan kapasitas teknis para pemangku kepentingan yang memiliki potensi melakukan upaya-upaya pengurangan emisi gas rumah kaca di Kabupaten Hijau serta peningkatan produktivitas dan mengamankan mata pencaharian lokal," kata Nenden.

Penurunan emisi GRK yang signifikan melalui perbaikan manajemen gambut dan potensi elektrifikasi desa dari limbah pabrik kelapa sawit  Palm Oil Mill Effluent (POME)-to-energy, dukungan dari pemerintah daerah serta inovasinya ke arah yang lebih baik.

Sementara monitoring yang akan dilakukan di tiga desa tersebut diantaranya, kegiatan persiapan pertanian di lahan basah gambut, hidrologi (monitoring emisi dari lahan gambut yang direstorasi) dan Good Agriculture Practices (GAP) untuk kelapa sawit. 

Asisten 1 Sekdakab Siak Budi L Yuwono menerangkan, kampung Teluk Mesjid, Kecamatan Sungai Apit mendapatkan proses sertifikasi Rountable Sustainable Palm Oil (RSOP) dan pengolahan kelapa sawit yang ramah terhadap lingkungan.

Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, diberikan pendampingan kepada masyarakat bidang peragaman budidaya tanaman dengan tujuan agar petani tidak hanya terfokus pada kelapa sawit semata, tetapi juga bisa membudidayakan kopi, nanas dan lainnya.

Sedangkan Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, mendapatkan monitoring untuk pengembangan dan pengelolaan Danau Zamrud, Danau Eko Sistem gambut guna mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca.  


Komentar Anda

Top