ANTARA Riau

logo
  • Home Daya Serap Tenaga Kerja Di Perusahaan Kuansing Masih Minim

Daya Serap Tenaga Kerja Di Perusahaan Kuansing Masih Minim

Kuantan Singingi (Antarariau.com) - Sebanyak 45 perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau hanya menyerap 5.920 tenaga kerja atau jika dibagi rata-rata hanya sekitar 131 orang setiap perusahaan yang menyediakan peluang penempatan tenaga kerja.

"Ini perlu mendapat perhatian agar ke depan bisa lebih banyak menyerap tenaga kerja lokal," kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Kuantan Singingi, Asnul di Teluk Kuantan, Selasa.

Dikatakan, kondisi minimnya tenaga kerja yang terserap oleh pihak perusahaan belum berbanding lurus dengan keluaran tenaga kerja lokal dari berbagai lulusan di daerah baik itu output sekolah menengah kejuruan maupun Universitas.

Selain itu, hasil yang didapat oleh pihak perusahaan yang telah beroperasi selama puluhan tahun belum seimbang atau sebanding dengan hasil atau keuntungan yang telah diraih pemilik modal atau yang berinvestasi.

"Jumlah tenaga kerja asal Kuansing yang diperkirakan tidak lebih dari 500 orang atau masih dibawah 30 persen yang terserap," katanya.

Data yang terangkum dari 45 Perusahaan yang beroperasi di Kuansing, yang disampaikan secara triwulan soal pemakaian jumlah tenaga kerja yang diterima pemerintah.

Menurut dia, untuk mengetahui berapa jumlah tenaga kerja Kuansing, maka Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) setempat telah mengirimkan Surat Edaran dengan No 560/DPMPTSPTK-UM/IX/614 Tentang Ketenagakerjaan, yang ditujukan kepada seluruh pimpinan perusahaan di Kuansing.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13/2003 tentang ketenagakerjaan, setiap perusahaan wajib menyampaikan laporan bulanan tenaga kerja ke instansi terkait (Dinas PMPTSPKS), setiap bulannya sebelum tanggal 10.

Perusahaan sesuai kualifikasinya antara lain tujuh perusahaan bergerak di bidang Jasa, satu bidang perdagangan, tiga perusahaan bidang kehutanan, 19 perusahaan lagi beraktivitas pada pkelapa sawit dan 15 di bidang perkebunan.

"Pemerintah Kabupaten akan berusaha mengajak perusahaan untuk lebih optimal menerima tenaga kerja lokal," katanya.


Komentar Anda

Top