ANTARA Riau

logo
  • Home Masyarakat Diimbau Waspadai Travel Umroh Dengan Iming-Iming Tak Masuk Akal

Masyarakat Diimbau Waspadai Travel Umroh Dengan Iming-Iming Tak Masuk Akal

Pekanbaru (Antarariau.com) - Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Ahmad Supardi mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai travel umroh yang memberikan iming-iming yang tidak masuk akal.

"Masyarakat yang ingin berumroh perlu tetap mewaspadai travel yang memberikan iming-iming lebih. Jika merasa ragu, koordinasikan keabsahan izin travel umrah itu ke Kementerian Agama setempat, jangan sampai tertipu dan pastikan jadwal berangkatknya, visanya, SK travelnya, serta hotelnya," kata Ahmad Supardi di Pekanbaru, Senin.

Imbauan tersebut disampaikannya terkait meningkatnya minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah umroh di daerah itu.

Ia mengatakan, beribadah umroh menghabiskan biaya yang relatif besar juga menandakan meningkatnya kesejahteraan masyarakat, sebagai dampak positif dari pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah.

"Perlu dicermati bahwa umroh itu adalah ibadah, dan niatnya harus diluruskan adalah karena melaksanakan perintah Allah SWT bukan untuk rekreasi ataupun wisata. Persoalan didalamnya ada unsur wisata karena menempuh perjalanan panjang dan melihat pemandangan indah, itu lain soal atau rezeki tambahan dari Allah SWT," katanya.

Ia menilai banyaknya travel haji dan umroh muncul saat ini merupakan dampak dari tingginya minat masyarakat melaksanakan ibadah umroh, hal ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak dan menjanjikan.

Oleh karena itu diharapkan keberadaan travel akan memperlancar jamaah untuk menunaikan umroh, bukan sebaliknya menambah masalah dan menyebabkan gagalnya orang melaksanakan umroh.

"Masyarakat jangan sampai tergiur degan biaya yang terlalu murah, sebab perlu dipertanyakan kenapa biayanya sangat murah, dan ini patut diwaspadai agar peserta tidak tertipu," katanya.

Sementara itu jumlah peserta umroh setiap bulan dari Riau mencapai 1.500 orang atau setahun sebanyak 18.000 orang. 


Komentar Anda

Top