ANTARA Riau

logo
  • Home BBPOM Pekanbaru Keluhkan Sulitnya Pantau Perdagangan Pangan Daring

BBPOM Pekanbaru Keluhkan Sulitnya Pantau Perdagangan Pangan Daring

Pekanbaru (Antarariau.com)  - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Pekanbaru mengeluhkan kesulitan untuk mengawasi dan memantau perdagangan obat-pangan yang menggunakan sistem dalam jaringan (daring)  atau online karena tidak memiliki label sertifikasi dan alamat yang jelas.

"Obat - pangan yang dijual melalui daring rata-rata alamatnya tak jelas," kata Kepala BBPOM Pekanbaru, Muhammad Kashuri di Pekanbaru,  Minggu.

Muhammad Kashuri menjelaskan seiring berkembangnya sistem perdagangan daring atau online belakangan ini obat-pangan juga marak dijual, sehingga membuat jangkauan pengawasan lebih luas dan rumit lagi bahkan sulit terpantau karena alamatnya tidak jelas dan terjadi di dunia Maya.

Ia menyebutkan tidak seperti perdagangan obat -pangan dilakukan pada toko gampang mengawasinya,  ketika ada kandungan yang tidak aman pihaknya bisa langsung mendatangani lokasi dan memberikan teguran peringatan,  lalu pembinaan kemudian hari berikutnya dipantau lagi.

Namun sebaliknya perdagangan obat-pangan daring sulit dijajaki dimana lokasinya, barangnya dan sebagainya.

"Karena perdagangan cara online ini silih berganti, kini kami hadapi hari ini tutup, mungkin besok buka lagi," tuturnya.

Walau sebagai upaya sambung Kashuri untuk menjaring pelaku perdagangan obat-pangan ilegal pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Kepolisian, Kejaksaan, Bea Cukai dan aparat hukum lainnya guna bersama-sama memberantas pelaku dunia maya.

Namun tetap belum bisa menjaring perdagangan obat-pangan dunia Maya itu, sehingga ini merupakan tantangan baru untuk lebih mengembangkan kemampuan teknologi dalam pelacakan.

"Sepekan lalu kami ada komitmen dengan beberapa aparat penegak hukum hingga Pengadilan Tinggi untuk memberikan pemahaman bahwa masalah peredaran perdagangan obat-makanan ini harus ditangani bersama, kalau ketangkap diberikan sanksi bagaimana agar mereka jera tidak mengedarkan lagi, " imbuhnya.

Kashuri mencontohkan kalau perdagangan obat-pangan lewat darat baru-baru ini dalam jumlah besar bisa dicegah atas kerjasama dengan pihak aparat Siak.

"Hasil terbesar BBPOM dan Kepolisian Resort Siak dalam pemberantasan obat-pangan yaitu beberapa waktu lalu berhasil menggagalkan tiga truk yang diselundupkan melalui Tanjung Pinang, " ujarnya mencontohkan.

Ia menambahkan selama ini jenis obat yang paling banyak diperdagangkan melalui daring adalah kosmetik yang mengandung pemutih seperti mercuri, asam resinoat, bisa menyebabkan iritasi seperti terbakar kulit dan sebagainya.

"Karenanya peranserta dan kepedulian masyarakat untuk ikut memantau dan waspada terhadap obat-pangan beredar kami harapkan, jangan mudah tergiur oleh iming-iming yang diluar logika, " pungkasnya.  

Komentar Anda

Top