ANTARA Riau

logo
  • Home Hingga 2017 Sudah Empat SPBU-N Yang Beroperasi Di Wilayah Sumbagut

Hingga 2017 Sudah Empat SPBU-N Yang Beroperasi Di Wilayah Sumbagut

Pekanbaru (Antarariau.com)  -  Manager Regional Retail Fuel Marketing Operasional Regional I PT Pertamina (Persero) Agus Taufik mengatakan sudah mengoperasikan empat Stasiun Pengisian Bahan-Bakar Umum Nelayan (SPBU-N) dari sembilan target di wilayah Sumatera bagian Utara hingga 2017 ini.

"Telah ada empat titik SPBU-N Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga dari sembilan titik yang ditargetkan di Sumatera Bagian Utara, " kata Manager Regional Retail Fuel Marketing MOR I PT Pertamina (Persero) Agus Taufik kepada Antara melalui rilisnya di Pekanbaru, Rabu.

Menurut Agus Taufik pengoperasian empat SPBU-N ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat karena kini warga dapat merasakan harga resmi yang sama dengan wilayah lainnya di Indonesia.

Agus Taufik menjelaskan Pertamina secara bertahap konsisten menunjukkan peran pentingnya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui pengoperasian SPBU BBM Satu Harga di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil).

Sebut dia keberadaan SPBU-N di empat wilayah tersebut meliputi SPBU Kompak 16.228.023 di Desa Onolimbu, Kecamatan Lahomi, Kabupaten Nias Barat dan SPBU Kompak 16.253.121 di Tua Pejat KM 12, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Lalu di Desa Telo Kecamatan Pulau-pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan dan SPBU Kompak di Desa Saibi Samuk, Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, sangat vital bagi upaya pemerintah mendongkrak perekonomian setempat.

"Dengan demikian, mobilitas masyarakat akan semakin tinggi namun lebih efisien sehingga diharapkan perekonomian juga bergerak lebih cepat," tutur Agus.

Ia mencontohkan setelah Pertamina mengoperasikan dua titik SPBU BBM Satu Harga, di Desa Telo Kecamatan Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan dan di Desa Saibi Samuk, Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Para nelayan sangat terbantu bisa mendapat harga yang lebih murah. Sehingga menekan biaya untuk melaut.

Sebelum adanya SPBU-N dari BBM Satu Harga rincinya,  masyarakat di Lahomi, Nias Barat yang menggunakan BBM untuk transportasi darat, laut dan usaha perikanan harus membeli Premium seharga Rp9.000 per liter, dan Solar Rp8.000 per liter. 

Demikian juga buat wilayah Sipora Utara, Kepulauan Mentawai masyarakat petani yang menggunakan transportasi darat  membeli Premium Rp10.000 per liter dan Solar Rp8.500 per liter.

Dengan keberadaan SPBU-N dan SPBU Kompak di titik lokasi BBM Satu Harga ini, kini masyarakat bisa membeli Premium dan Solar masing-masing Rp6.450 dan Rp5.150 per liter.

"Sinergi yang kuat dari semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan investor sangat diperlukan dalam merealisasikan salah satu bagian dari Nawacita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan ketahanan energi nasional hingga pelosok nusantara. Pertamina mengapresiasi peran serta semua pihak, termasuk investor sehingga pengoperasian SPBU di empat titik di Sumatera Bagian Utara ini dapat direalisasikan kini," ujarnya.

Ia menambahkan sehari lalu Pertamina juga sudah mengoperasikan dua SPBU-N lagi yakni SPBU Kompak 16.228.023 di Desa Onolimbu, Kecamatan Lahomi, Kabupaten Nias Barat dan SPBU Kompak 16.253.121 di Tua Pejat KM 12, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Dengan demikian kini sudah ada empat SPNU-N di Sumbagut," ujarnya.

Menurut dia lagi untuk pasokan BBM untuk Lahomi Nias Barat bersumber dari TBBM Gunung Sitoli yang berjarak sekitar 58 Km dengan menggunakan moda transportasi mobil tangki, sedangkan pasokan untuk Sipora Utara bersumber dari TBBM Teluk Kabung yang berjarak sekitar 145 km dengan tiga moda, yaitu mobil tangki, kapal dan pikap. 


Komentar Anda

Top