ANTARA Riau

logo
  • Home Harga Cabai Keriting Di Pekanbaru Meroket Tembus Rp50.000

Harga Cabai Keriting Di Pekanbaru Meroket Tembus Rp50.000

Pekanbaru (Antarariau.com)  - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru mencatat telah terjadi kenaikan harga cabai keriting di beberapa pasar tradisional setempat hingga menembus Rp50.000 per kilogram.

"Harga cabai keriting sebelumnya hanya Rp35.000 per kilogram,  hari ini naik menjadi Rp50.000 per kilogram, " kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru, Masirba Sulaiman di Pekanbaru, Rabu.

Masirba menjelaskan kenaikan harga cabai keriting ini karena menurunnya pasokan cabai dari Medan dan Bukittinggi  ke Pekanbaru.

"Kami sudah cek ke sentra penghasil cabai keriting di Sumatera Barat harga cabai memang naik dari sumbernya, " kata Masirba.

Kenaikan cabai keriting di Sumbar akibat pengaruh cuaca musim hujan sehingga panen petani tidak bisa langsung dikirim ke pasar namun butuh waktu proses pengeringan.  

"Karena musim hujan petani alami gangguan untuk proses panen,  dimana cabai tidak bisa langsung dikirim sebab akan rusak jadi memakan waktu untuk proses pengeringan.  Ini tentu menambah biaya dan mengurangi pasokan normal," kata dia.

Dengan kondisi ini, kata Masirba, kenaikan harga cabai keriting sudah mencapai 30 persen atau melebihi batas toleransi untuk dilakukan intervensi oleh pihak pemerintah sesuai aturan.

Selain cabai keriting asal Bukittinggi yang naik juga dialami asal Medan hingga Rp40.000 per kilogram.

Ia juga khawatir jika kondisi ini tidak segera disikapi oleh Badan Urusan Logistik dan Disperindag Provinsi untuk dilakukan operasi pasar,  maka harga bisa melambung, apalagi Desember adalah puncak musim hujan.

Sementara itu, sejumlah ibu rumah tangga di Pekanbaru mulai mengeluhkan kenaikan harga cabai keriting.

Alin (45), warga Panam mengaku menjelang akhir tahun biasanya harga kebutuhan pokok baru akan mengalami kenaikan.

"Ini pekan pertama cabai keriting sudah naik duluan. Hal ini jelas membuat biaya hidup naik,  makanya harus bijaksana dalam membagi kebutuhan, " ujarnya.

Ia berharap pemerintah melakukan pasar murah bagi produk kebutuhan pokok yang naik.  

Komentar Anda

Top