ANTARA Riau

logo
  • Home BMKG: 6.724 Sambaran Petir Landa Muara Teweh

BMKG: 6.724 Sambaran Petir Landa Muara Teweh

Muara Teweh, (Antarariau.com) - Sebanyak 6.724 kali sambaran petir melanda wilayah Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, ketika terjadi hujan sejak Kamis (7/12) dinihari pukul 01.00 WIB sampai pagi sekitar jam 07.00 WIB

"Puncak sambaran petir terjadi pada Kamis dinihari sekitar pukul 02.00 sekitar tiga kali sambaran petir," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Muara Teweh Juli Budi Kisworo melalui Kepala Kelompok Teknisi BMKG, Sunardi di Muara Teweh, Kamis.

Hal itu berdasarkan rekaman alat deteksi sambaran petir (Lightning Detector) yang dimiliki BMKG Muara Teweh saat terjadi hujan dengan intesitas lebat dan angin sedang pada Kamis dinihari.

"Hujannya 67,5  milimeter atau intensitas lebat, namun angin terbanyak kearah barat daya tidak kencang hanya sekitar lima kilometer per jam, namun petirnya yang kuat," katanya.

Puncak sambaran petir berada di kawasan  Selatan yakni di wilayah Kecamatan Montallat dan Gunung Timang hingga Kabupaten Barito Selatan.

"Kami belum menerima laporan apakah rentetan sambaran petir yang terjadi pada Kamis dinihari itu berdampak merusak atau tidak," jelas dia.

Sambaran petir ini, katanya, bisa saja terjadi pada waktu yang sama di daerah terdekat sesuai radius 80 kilometer daya jangkau alat pendeteksi petir di BMKG Muara Teweh yang menjangkau wilayah Kabupaten Murung Raya, Barito Timur, Barito Selatan, serta sebagian Selatan wilayah Kalimantan Timur.

"Namun pada puncak sambaran petir itu pusatnya memang terjadi di wilayah luar kota Muara Teweh," tegas dia.

Alat pendeteksi sambaran petir  di Pulau Kalimantan hanya berada di wilayah Kalteng yang mulai dioperasikan pihaknya sejak Agustus 2006 bersama kota lainnya seperti Palangka Raya dan Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kabupaten Barito Utara yang berada di pedalaman Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito ini merupakan kabupaten di tengah-tengah Pulau Kalimantan sebagai kawasan lintasan angin dan pusat pertemuan awan serta berada di wilayah lintasan garis Khatulistiwa.

"Dasar pertimbangan itulah Kabupaten Barito Utara dilengkapi alat pendeteksi sambaran petir karena potensi petir sangat besar terjadi di daerah ini," kata Sunardi.

Sementara seorang warga Jalan Jalan Semoga Indah Muara Teweh Firmanson mengatakan akibat sambaran petir pada Kamis dinihari lampu listrik PLN di kawasan tempat tinggalnya langsung padam dan baru diperbiki pagi harinya.

"Sambaran petir ini juga merusak alat internet (speedy) milik warga lainnya di kawasan tempat tinggal kami," ujarnya.



Komentar Anda

Top