Pekanbaru, (Antarariau.com) - PT Angkasa Pura II Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru memberikan bantuan kepada 22 "/>

ANTARA Riau

logo
  • Home AP II Bandara Pekanbaru Bantu Kaki Palsu 22 Orang Difabel

AP II Bandara Pekanbaru Bantu Kaki Palsu 22 Orang Difabel

Pekanbaru, (Antarariau.com) - PT Angkasa Pura II Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru memberikan bantuan kepada 22 orang penyandang disabilitas  atau difabel tunadaksa berupa kaki palsu gratis.

"Ini sebagai program bina lingkungan AP II Pekanbaru, sebagian dana disisihkan. Kita menyalurkan bantuan berupa kaki palsu untuk yang tidak sempurna maupun akibat kecelakaan," kata General Manager AP II Bandara SSK II Pekanbaru, Jaya Tahoma Sirait di Pekanbaru, Kamis.

Dia menyampaikan bahwa pemberian kaki palsu gratis ini ada 13 orang dari Kota Pekanbaru. Lalu dari Rokan Hulu tiga, Siak dua, masing-masing satu dari Kabupaten Indragiti Hilir, Bengkalis, dan Kampar, serta satu orang lagi masih memiliki identitas Kabupaten Limapuluh Kota, Simatera Barat, namun berdomisili di Pekanbaru.

Lebih lanjut menurut Jaya, untuk pengadaan kaki palsu ini pihaknya bekerjasama dengan Yayasan Kick Andy. Untuk data penerima pihaknya memperoleh dari Dinas Sosial Pekanbaru dan selebihnya dari Inisiatif Zakat Indonesia. 

"Total bantuan ada 370 orang dengan anggaran Rp1,2 miliar, didistribusikan oleh 13 bandara cabang yang dikelola AP II. Kita tidak dibatasi yang dibantu tapi yang bersedia dan ada di Riau berjumlah 22 orang," ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa ini adalah kegiatan perdana yang dilakukan setentak.  Sebelumnya hanya dilakukan dengan membantu perorangan dan jika ada permintaan lagi pihaknya akan melanjutkan kegiatan ini pada masa mendatang.

"Harapannya kepada peserta dengan memperoleh kaki palsu ini lebih semangat dalam menjalani kehidupan dan produktif. Karena yang penting harus bangun jiwanya dulu baru bangun raganya," tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Dinsos Pekanbaru, Bustami mengucapkan terimakasih kepada AP II dan Kick Andy. Dia berharap bantuannya tidak putus karena masih banyak yang membutuhkan.

"Kebanyakan banyak yang malas keluar karena malu dan tidak  bersemangat. Jadi yang penting tak usah disesali dan semangat terus karena banyak yang peduli," ujarnya.

Perwakilan Yayasan Kick Andy, Sugeng yang juga telah memakai kaki palsu meminta kepada penerima bantuan agar merawat pemberian tersebut. Tunadaksa lanjutnya harus bisa jadi nahkoda dan tak boleh merasa terbatasi ruang gerak dan bisa melakukan apa saja.***4***




Komentar Anda

Top