ANTARA Riau

logo
  • Home Disperindag Pekanbaru Pastikan Revitalisasi Pasar Higienis Selesai Akhir Tahun

Disperindag Pekanbaru Pastikan Revitalisasi Pasar Higienis Selesai Akhir Tahun

Pekanbaru (Antarariau.com) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru memastikan revitalisasi pasar Higienis di ibu kota Provinsi Riau tersebut selesai akhir Desember 2017.

"Dengan selesainya bangunan Pasar Higienis, ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di badan jalan (Teratai) segera kita tertibkan," kata Kepala Disperindag Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut di Pekanbaru, Sabtu.

Ingot menuturkan pihaknya dalam pekan depan akan segera berkoordinasi dengan tim yustisi untuk menentukan langkah penertiban para PKL yang kini memakan sebagian badan jalan Teratai Pekanbaru.

Pasar Higienis berlokasi di Jalan Teratai dan dengan upaya revitalisasi diharapkan dapat menjadi jawaban permasalahan keberadaan PKL.

"Sekarang kami masih melakukan pendataan (para PKL) sekaligus sosialisasi. Awal tahun depan relokasi segera dilaksanakan," tuturnya.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru, Zulfahmi Adrian mengaku siap mendukung upaya relokasi para PKL yang dinilai mengganggu lalu lintas di Jalan Teratai dan sekitarnya.

Renovasi pasar Higienis dimulai sejak Mei 2017. Pasar itu dibangun Pemkot Pekanbaru awal 2016 dengan cara menyulap  bangunan sekolah dasar di Jalan Teratai, Kecamatan Senapelan dengan anggaran mencapai Rp2,7 miliar.

Ratusan kios disiapkan di pasar tersebut. Keberadaan pasar  itu diharapkan menjadi solusi ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar Jalan Teratai karena keberadaan mereka kerap menimbulkan kemacetan serta tidak terorganisir.

Namun, relokasi pedagang ke gedung Pasar Higienis tidak semulus yang diperkirakan. Beragam penolakan disampaikan oleh para PKL. Meski sempat membuahkan hasil, PKL hanya bertahan beberapa bulan di Pasar Higienis sebelum kemudian kembali berjualan di pinggiran jalan.

Pedagang menilai omzet dagangannya menurun drastis saat berjualan di gedung Pasar Higienis. Hal itu disebabkan banyaknya konsumen enggan bertransaksi di lokasi yang disiapkan pemerintah.

Setahun lamanya pasar tersebut dibiarkan kosong. Dari pantauan di lapangan, sejumlah fasilitas mulai rusak dan hilang, seperti mesin air, pintu (rolling door), tangki air, kabel listrik dan saklar lampu banyak yang hilang dan rusak. Kondisi pasar ini pun berantakan. Sampah tampak berserakan, halaman pasar tersebut juga tampak semak oleh rumput.

Namun, Pemkot Pekanbaru kembali menganggarkan biaya sebesar Rp1,2 miliar, yang diketahui berasal dari Dana Alokasi Khusus untuk kembali merenovasi pasar tersebut. Meski belum diketahui tingkat keberhasilan dalam mengatasi pedagang yang kini berjualan di pinggir jalan.


Komentar Anda

Top