ANTARA Riau

logo
  • Home Ini Alsannya KPU Pilih Prosesi Pendaftaran Paslon Pilgubri Penikahan Melayu

Ini Alsannya KPU Pilih Prosesi Pendaftaran Paslon Pilgubri Penikahan Melayu

Pekanbaru,  (Antarariau.com) -  Komisi Pemilihan Umum Provinsi Riau menggunakan prosesi adat pernikahan khas melayu dalam pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur untuk pendaftaran Pilkada 2018.

Ketua KPU Riau, Nurhamin di Pekanbaru, Rabu, mengatakan bernuansa pernikahan ala melayu sengaja digunakan dengan harapan mampu mendongkrak tingkat partisipan pemilih setempat.

"Kami sangat menjunjung sekali budaya Melayu. Memang KPU Riau sengaja menampilkan prosesi ala pernikahan Melayu, agar menjadi tontonan menarik masyarakat, " katanya.

Proses pendaftaran bakal calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Riau di KPU,  memang menyerupai proses akat nikah bagi layaknya pasangan calon penganten.

Setiap pasangan Balon yang datang berjalan menuju gedung KPU Riau, disambut oleh musisi yang memukul rebana dan ada juga pencak silat.

Di depan lobi pintu masuk juga ditegakkan payung pengantin berhiasan taburan nuasan Melayu. Semua Komisioner dan petugas KPU Riau berpakaian melayu lengkap berwarna oranye, dan menyambut pasangan Balon dengan berpantun.

Kemudian mereka diarahkan naik ke ruangan khusus lantai dua yang sudah disulap bak pelaminan pengantin mempelai pria dan wanita.

Dinding akses jalan ke ruangan hingga ruang pelaminan ditutupi kain warna-warni khas Melayu Riau, yakni merah, kuning dan hijau, serta bertaburkan manik-manik.

Dalam proses pendaftaran juga dilangsungkan dengan ijab dan kabul antara perwakilan partai pendukung dengan KPU Riau layaknya sebuah pernikahan.

Nurhamin menjelaskan dengan nuansa pernikahan budaya Melayu ini,  maka masyarakat Riau akan tertarik mengetahui  proses Pilkada Riau sejak dini. Pada akhirnya, hal itu diharapkan dapat ikut mendongkrak  jumlah pemilih.

"Dengan tahapan yang unik ini diharapkan masyarakat merasa terlibat sejak awak, " ujar Nurhamin.

Diakui dia proses yang mengadop pernikahan ala Melayu ini juga sudah melalui proses diskusi agar tidak menyalahi dan berbau SARA.  
   
"Kami menganggap ini adalah kebiasan dalam keluarga dengan ijab kabul saat pendaftaran artinya mempersatukan dan menikahkan antara Balon dengan pemilih melalui KPU, " bebernya.

Ditambahkannya keunikan ini akan mudah diingat dan dimengerti oleh masyarakat sehingga dengan demikian mereka akan ikut terlibat memilih, sehingga diharapkan  beramai-ramai datang ke Tempat Pemilihan Suara (TPS)  nantinya.

"Dengan demikian apa yang ditargetkan KPU secara nasional tingkat partisipan pemilih sebesar 77,5 persen bisa tercapai, " pungkasnya.

Sementara itu Gubernur Riau Petahana Arsyadjuliandi Rachman usai mendaftar mengapresiasi apa yang dilakukan oleh KPU, karena ini upaya mengangkat dan melestarikan budaya Melayu.

"Sambutan KPU dengan budaya Melayu Bagus,  ini artinya mereka mendukung visi-misi Riau 2020 menjadikan pusat budaya Melayu, " tambahnya.


Komentar Anda

Top