ANTARA Riau

logo
  • Home Terungkap, Ini Motif Pelaku Bakar Ornamen Patung di Istana Siak

Terungkap, Ini Motif Pelaku Bakar Ornamen Patung di Istana Siak

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Kepala Kepolisian Daerah Riau, Inspektur Jenderal Pol Nandang menyatakan bahwa sakit hati menjadi motif tersangka pelaku pembakar Istana Siak.

"Karena kecewa, dia melakukan pembakaran," kata Nandang kepada Antara di Pekanbaru, Rabu.

Nandang membenarkan membenarkan bahwa tersangka, yang berusia 41 tahun itu, diketahui merupakan salah seorang anggota keluarga pewaris Kesultanan Siak Sri Indrapura. Tersangka selama ini diketahui berjualan pada salah satu kios di komplek Istana Siak.

Kekecewaan itu, kata Nandang, disebabkan pelaku yang bernama legkap Tengku Said Abdullah alias Faisal, dilarang berjualan di salah satu kios komplek Istana Siak.

"Tadinya (Faisal) jualan di belakang Istana Siak. Ada kios, dan sekarang dilarang sehingga dia kecewa," tuturnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan Faisal ditangkap di salah satu tempat di Kabupaten Siak. Penangkapan itu merupakan hasil penyelidikan antara Kepolisian Daerah Riau dan Polres Siak.

 "Ditangkap di Siak, sekarang dibawa ke Pekanbaru," ujarnya.

Upaya pembakaran Istana Siak terjadi pada Senin awal pekan ini. Beruntung upaya pembakaran cepat diketahui petugas sehingga tidak menimbulkan kerusakan berat.

Hanya saja, akibat upaya pembakaran itu diketahui menyebabkan sejumlah ornamen rusak. Diantaranya adalah Diorama serta Tirai peninggalan bersejarah.

Istana Siak Sri Indrapura atau disebut juga "Istana Matahari Timur", merupakan kediaman resmi Sultan Siak yang mulai dibangun pada tahun 1889, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim.

Istana ini merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Inderapura yang selesai dibangun pada tahun 1893.


Komentar Anda

Top