ANTARA Riau

logo
  • Home Jelang Imlek, Jumlah Penumpang di Pelabuhan Sungai Duku Menuju Meranti Malah Menurun

Jelang Imlek, Jumlah Penumpang di Pelabuhan Sungai Duku Menuju Meranti Malah Menurun

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Jumlah penumpang kapal cepat dari Pelabuhan Sungai Duku Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, tujuan Kota Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti turun drastis jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2018.

"Turunnya hampir mencapai 50 persen," ucap Yanti salah seorang petugas tiket kapal cepat Porti, kepada Antara di Pelabuhan Sungai Duku, Pekanbaru, Rabu.

Yanti mengeluhkan turunnya jumlah calon penumpang tersebut sangat kontras dengan kondisi beberapa tahun sebelumnya ketika tiket angkutan air itu telah diborong, bahkan satu bulan sebelum puncak perayaan Imlek. Sementara itu, pada tahun ini sangat berbeda karena hingga H-2 dari perayaan Imlek, para penumpang justru semakin menurun.

Dalam catatannya, apabila tahun 2017 kapal tersebut sekali berangkat mampu mengangkut hingga 80 orang, namun untuk Imlek 2018 jumlah penumpang dalam satu kali keberangkatan hanya sekitar 30-50 orang saja. Sedangkan apabila pada 2017 dalam satu hari perusahaan transportasinya mampu berangkatkan tiga kapal, kini hanya dua kapal yang tentu saja tidak penuh.

Bagi Yanti dan beberapa pelaku usaha transportasi air tersebut, momen Imlek adalah salah satu saat-saat yang sangat ditunggu. Pasalnya berbagai kegiatan ataupun perayaan dalam momen Imlek di Kepulauan Meranti merupakan magnet khusus untuk mendatangkan wisatawan.

Salahsatunya tradisi perang air, atau yang dalam sebutan setempat "Cian Cui". Menurut Yanti, pada beberapa tahun lalu, kebanyakan dari calon penumpangnya sengaja memborong tiket untuk menyaksikan tradisi perang air masyarakat tersebut.

Namun Yanti menilai di 2018, tradisi "Cian Cui" tersebut seolah kehilangan daya tariknya. Hal tersebut lantaran jumlah penumpang jasa angkutan menuju ke Selatpanjang yang tidak mengalami peningkatan bahkan cenderung menurun. Namun demikian hal tersebut diakuinya hanya penilaian sederhana yang ia buat lantaran minimnya jumlah pengguna jasa angkutan yang satu itu.

"Makin mendekati Hari H malah makin sepi," keluh Yanti.

Kondisi tersebut juga terjadi kepada beberapa jurusan trayek angkutan air lainnya yang berada di Pelabuhan Sungai Duku.

Parman, salah seorang pengelola kapal cepat Alita Express tujuan Bengkalis juga mengeluhkan hal yang sama. Baginya momen Imlek tidak berbeda dengan Hari Idul Fitri dimana pada momen tersebut jumlah penumpang kapal cepat di pelabuhan Sungai Duku meningkat drastis. Dalam momen itu biasanya pihak pengelola kapal cepat sampai kewalahan dalam melayani permintaan tiket sehingga tak sedikit dari mereka yang melakukan penambahan armada.

Namun pada tahun 2018 ia nilai sangat jauh berbeda dari beberapa tahun sebelumnya. Jangankan menambahkan armada, beberapa perusahaan angkutan tersebut terpaksa mengurangi armada yang beroperasi. Hal tersebut diakuinya sebagai upaya efesiensi dari pendapatan para pengelola jasa angkutan tersebut. Parman menilai bahwa turunnya jumlah penumpang tersebut lantaran kondisi ekonomi masyarakat yang masih lesu. Hal ini terbukti lantaran harga tiket yang dijual untuk tahun 2018 masih sama dengan tahun 2017 yaitunya Rp160 Ribu, namun jumlah penumpang tidak juga menunjukkan adanya pengingkatan.

"Pakai tiga kapal pun percuma. Penumpang tidak ada, mau biaya darimana?," pungkas Parman.***1***

Oleh Retmon Bensal Putra
   





Komentar Anda

Top