ANTARA Riau

logo
  • Home Premium Langka dan Pertalite Mahal, Ini Tanggapan Pertamina dan Plt Gubernur Riau

Premium Langka dan Pertalite Mahal, Ini Tanggapan Pertamina dan Plt Gubernur Riau

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Pihak Pertamina Sumatera Barat-Riau menjamin ketersediaan seluruh jenis Bahan Bakar Minyak di Provinsi Riau tersebut, menanggapi keluhan masyarakat tentang kelangkaan premium dan mahalnya harga pertalite di kawasan setempat. 
     
"Kita akan netralisir titik-titik (kabupaten/kota) yang terjadi antrian panjang mengisi bahan bakar. Dengan menambah pasokan BBM di wilayah tersebut, tiga bulan kedepan kami akan benahi itu, kami jamin ketersediaan seluruh jenis BBM di Riau," sebut Branch Manager Pertamina Sumatera Barat-Riau Pramono Wibowo di Menara Lancang Kuning Kota Pekanbaru, Selasa. 
     
Pihaknya berharap masyarakat tak khawatir akan berkurangnya pasokan BBM di wilayah Riau. Ia menjanjikan dalam waktu tiga bulan kedepan mekanisme pendistribusian BBM di Riau dapat secara merata disalurkan. 
     
"Masyarakat juga harus mengenal  ketersediaan BBM dalam produk-produk baru. Akan kita suplai sesuai dengan kebutuhan masyarakat,"sebutnya. 
     
Sementara menanggapi protes masyarakat akan naiknya harga BBM jenis pertalite pada Januari lalu. Dikatakannya, pola konsumen terpaksa harus bergeser seiring dengan naiknya harga minyak dunia.
     
"Nah kalau untuk premium. Volume penyaluran premium di Riau cukup tinggi diatas rata-rata nasional. Sebetulnya kita perhatikan Riau bahkan kuota premiumnya cukup besar dari daerah lain," sebutnya. 
     
"Kedepan, tentang keluhan masyarakat karena sering mendapati premium kosong di SPBU kita koordinasikan dengan aparat setempat jangan sampai premium yang sudahlah jumlahnya sedikit, tapi justru dibeli secara masif untuk diperjualbelikan oleh oknum-oknum tertentu," paparnya. 
     
Sementara Pelaksana Tugas Whan Thamrin Hasyim menanggapi tuntutan Perwakilan Aliansi BEM se Indonesia, mengatakan pemda, DPRD Riau, Pertamina dan BP Migas tengah maraton membahas tentang dua jenis bahan bakar tersebut. 
   
"Kami rasa sudah clear, DPRD akan sahkan revisi perda bahan bakar pada 22 Mei, sedangkan pertamina janjikan pasokan BBM di Riau dua bulan kedepan," sebut Wan Thamrin Hasyim. 
   
Dalam kegiatan pembenahan distribusi dan alokasi bahan bakar minyak premium dan pertalite dihadiri oleh Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, Pihak Pertamina, BPH migas dan Perwakilan Aliansi BEM se-Riau. 
     
Sementara, Presiden Mahasiswa BEM Universitas Riau Rinaldi Parepare  menuntut kepastian dari realisasi kebijakan pihak eksekutif dan legislatif untuk segera memenuhi ketersediaan BBM premium  dan segera menurunkan harga pertalite. 
   
 "Kami menuntut realisasi itu, kami ingin premium dihadirkan ditengah-tengah masyarakat dan harga pertalite tidak tinggi lagi di Riau. Sesuai janji bapak dewan yang terhormat akan menuntaskan perda ini pada 22 Maret. Kami akan ingat tanggal itu, dan juga pertamina, "sebut Rinaldi. ***3***

Komentar Anda

Top