ANTARA Riau

logo
  • Home Haram dalam Islam, Kemenag Riau: Perda Anti Miras Mendesak Untuk Digagas

Haram dalam Islam, Kemenag Riau: Perda Anti Miras Mendesak Untuk Digagas

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Kepala Kanwil Kementerian Agama Riau, Ahmad Supardi Haisbuan meminta semua pihak di daerah ini menyatakan perang terhadap miras oplosan atau bukan oplosan sangat rentan merusak perilaku masyarakat.

"Makanya agama Islam melarang secara tegas penggunaan miras atau khomar dan sejenisnya itu, sedikit maupun banyak," kata Ahamd Supardi di Pekanbaru, Senin.

Ajakan tersebut disampaikannya karena sudah seratus lebih jumlah generasi bangsa asal Pulau Jawa dan di Sumatera seperti di Kota Padang Sumbar meninggal dunia akibat menenggak racikan maut  miras oplosan yang dibungkus dalam plastik dan tampilannya mirip es teh itu.  
   
Menurut dia, kendati di Riau tidak ada kasusnya, namun peredaran miras oplosan yang merajalela dan bahkan makan korban anak bangsa adalah sesuatu yang sangat memilukan dan merisaukan.

Ia mengatakan, miras atau khomar dipastikan merusak akal masyarakat. Salah satu tujuan agama Islam adalah menjaga akal (hifzhul aqli).

"Karena itu apapun yang dapat merusak akal maka haram hukumnya dalam agama Islam," katanya.

 Ahmad menekankan, upaya yang dapat dilakukan untuk memeranginya adalah komitmen yang kuat dari semua pihak  untuk menyatakan perang dengan miras dan jenis lainnya seperti narkoba, dan semacamnya.                
   
Peredaran miras dan narkoba ini sudah masuk dalam kategori darurat sehingga penanggulangannyapun harus bersifat darurat pula, tidak bisa hanya sekedar penyuluhan, pidato dan sejenisnya, tetapi harus dapat menutup mata rantai dari peredaran miras oplosan itu.

 "Terkait Riau belum memiliki Perda anti miras, namun demikian Raperda tentang miras dan narkoba sangat mendesak digagas karena diperlukan untuk memberantas peredaran miras sampai ke akar akarnya," katanya. *


Komentar Anda

Top