Pekanbaru, (Antarariau.com) - Direktorat Jendral Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia mengapresiasi sejumlah desa di "/>
Angkasa Pura II

61 Desa Riau Punya Situs Internet Sendiri, Kemenkominfo Acungkan Jempol

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Direktorat Jendral Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia mengapresiasi sejumlah desa di Riau telah memanfaatkan teknologi informasi dimana pemerintahan desanya telah membuat situs resmi sendiri.

 "Riau sudah harus diacungi jempol karena teknologi informasi sudah sampai di desa. Cukup mencengangkan, beberapa desa telah jauh melangkah," kata Kepala Bagian Hukum Ditjen Aptika Kemenkominfo RI, Antonius Malaw di Pekanbaru, Kamis.


Hal itu dikatakannya dalam kegiatan Forum Group Discussion dengan tema "Akankah Riau Go IT sampai di Perdesaan". Kegiatan itu dalam rangka memperingati 80 Tahun Perusahaan Umim Lembaga Kantor Berita Negara Antara.

Sementara Pemerintah Provinsi Riau masih belim bisa aecara langsung menjangkau desa karena langkahnya yang harus sitematis. Hal tersebut, kata dia, sama juga dengan pemerintah pusat yang masih sibuk dan juga sulit integrasi data instansi.


Dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi seperti membuat situs sendiri secara tidak langsung juga merupakan dukungan untuk pemerintah. Ini salah satu wujud mimpi Presiden Indonesia Joko Widodo agar menjadi pemain digital terbesar di Asia Tenggara dengan eatimasi pendapatan 130 miliar dolar AS atau Rp80 triliun. 


Meski begitu, dia berharap agar kemajuan masyarakat desa akan teknologi informasi harus sebanding dengan peningkatan kesejahteraan rakyat."Harus diukur juga berapa persen meningkatnya kesejahteraan rakyat dengan IT," tambahnya. 

Penggiat Desa di Riau, Hisam Setiawan sebelumnya menyampaikan bahwa di daerah setempat memiliki 61 dati 1850 desa/kelurahan yang punya situs resmi sendiri. Situs desa tersebut dengan nama domain desa.id. 

"Isinya ada yang buat berita dengan pewarta desa digaji dari dana desa. Itu tak melanggar karena ada menerbitkan peraturan desanya tentang sistem informasi. Yang paling banyak desanya di Kabupaten Bengkalis, tapi Kabupaten Rokan Hulu dan Kampar masih kosong," ungkapnya.

Meski begitu, Melek Teknologi Informasi Desa di Riau baru sebatas pemanfaatan surat elektronik, mengelola situs, dan media sosial. Pengembangan terbaru dalam bidang ekonomi dilakukan dengan meluncurkan aplikasi "Kedai Desa" yang menjual secara online produk desa kerjasama dengan Telkomsel



loading...